News
Nganten Temat, Budaya Betawi yang Sarat Nilai Agama
Acara yang kental akan tradisi Betawi "Nganten Temat 4" kembali akan digelar di lapangan Bulak Rantai, Kramat Jati, Jakarta Timur pada 3-4 Agustus mendatang
Redaksi
Diperbarui
KabarJakarta.com - Acara yang kental akan tradisi Betawi "Nganten Temat 4" kembali akan digelar di Lapangan Bulak Rantai, Kramat Jati, Jakarta Timur pada 3-4 Agustus mendatang.
Event ini terselenggara atas kolaborasi kepanitian From Betawi Maju (FBM), SOE, Jakarta Lounge, SOJUKO, dan media partner media online kabarjakarta.com dalam rangka HUT ke-497 Kota Jakarta dan HUT RI ke-79.
Kali ini pergelaran akan dimeriahkan oleh arak-arakan dan proses Nganten Temat, ceramah agama Ustadz Zakcky Mirza, pagelaran seni dan budaya Betawi seperti Palang Pintu, Tanjidor, Ondel-Ondel, Silat, Tarian Betawi, Hiburan Gambus “El Korono”.
Pada hari kedua, event ini juga akan digelar berbagai lomba rakyat seperti Pantung Betawi, Lomba Mewarnai, Lomba Memasak Kue Dongkal, Lomba membuat Bir Pletok, dan hiburan musik.
Selain itu juga akan ada kegiatan olahraga, bazaar, UMKM, serta permainan dan hiburan religius.
Nganten Temat[/caption]
Ketua Panitia 'Nganten Temat' Nining Yuningsih mengatakan, tujuan diadakannya event ini adalah untuk menjaga agar nilai-nilai budaya Betawi tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Dengan memperkenalkan budaya Betawi kepada anak-anak generasi muda dapat meningkatkan rasa kebanggaan mereka terhadap identitas budaya lokal.
"Tentunya ini akan memberikan pemahaman mendalam akan keberagaman budaya di Indonesia dan menghormati nilai-nilai tradisional," jelas Nining.
Diharapkan acara ini dapat menarik wisatawan lokal maupun internasional dan berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat, baik melalui penjualan makanan dan kerajinan tangan maupun melalui layanan pariwisata.
"Acara budaya sering kali menjadi momen di mana masyarakat dapat berkumpul, saling berbagi, dan mempererat hubungan antar anggota masyarakat. Memperkuat nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Betawi," terang Nining.
Dari pengembangan keterampilan dan bakat melalui pentas seni, lomba, anak-anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat seni mereka, baik dalam tari, musik, seni rupa, atau keterampilan lain yang berkaitan dengan budaya Betawi.
Pilihan Lain