Langsung ke konten
News

Ngeri! Citayam Fashion Show Rawan Disusupi Komunitas LGBT?

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengkhawatirkan lokasi Citayam Fashion Week (CFW) akan dijadikan tempat berkumpulnya komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Dia mewanti-wanti hal itu.

“Jangan sampai jadi tempat berkumpulnya LGBT,” kata Riza Patria kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, kemarin.

Riza pun meminta agar hal ini menjadi perhatian seluruh pihak. Sebab, menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), ada kecenderungan paparan LGBT di ajang eksistensi komunitas remaja yang menamakan diri komunitas Semanggi, CItayam, Bojonggede, dan Depok (SCBD) tersebut.

“Hal ini mendapat perhatian dari Kementerian PPPA dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyatakan ada kecenderungan LGBT. Harus kita jaga, jangan sampai anak-anak kita terpapar. Kira-kira seperti itu,” ujarnya.

Dia meminta agar anak-anak yang kerap datang ke CFW mewaspadai ancaman paparan LGBT. Dia tidak ingin LGBT di kalangan remaja menjadi masalah di kemudian hari.

“Ada beberapa upaya yang dilakukan Pemprov DKI dan kementerian terkait, dan ini merupakan tugas kita bersama,” ucap Riza Patria.

Riza juga meminta para orang tua untuk memberikan bimbingan kepada anak-anaknya ketika mereka sedang ada di rumah.

“Biar bagaimanapun, mereka anak-anak kita yang harus kita bimbing. Orang tua bombing anaknya. Yang tahu anaknya memiliki kecenderungan apa harus dipahami, dimengerti, dijaga dan dibimbing,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Riza Patria juga meminta agar warga yang datang ke Dukuh Atas menjaga ketertiban dan tidak parkir di sembarang tempat, seperti di bahu jalan, jalur sepeda dan trotoar.

“Kami juga meminta untuk tidak menggelar kegiatan hingga larut malam,” imbuhnya.

Dia juga meminta agar jumlah orang yang datang ke Dukuh Atas atau lokasi CFW dibatasi, jangan sampak membeludak, karena rawan terjadinya kerumunan massa. Jika hal itu terjadi maka berpotensi terjadi penularan COVID-19.

Setuju CFW Diadakan Berbarengan dengan CFD

Ahmad Riza Patria menyatakan setuju terhadap usulan Polda Metro Jaya yaitu sebaiknya CFW digelar berbarengan dengan waktu Car Free Day (CFD).

“Kalau dilaksanakannya di hari Minggu pagi itu bagus,” tuturnya.

Ia mengklaim, dirinya pernah mengusulkan hal serupa dengan alasan kegiatan CFW yang dilakukan di zebra cross Dukuh Atas telah mengalihkan fungsi penyebarangan orang menjadi panggung fashion show.

“Saya pernah mengusulkan itu. Kan luas itu dari ujung Thamrin sampai ujung Jalan Jenderal Sudirman. Silakan saja, itu menjadi salah satu solusi,” kata Riza Patria.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman memperingatkan bahwa kegiatan CFW di Dukuh Atas berpotensi melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, khususnya Pasal 131 yang mengatur hak pejalan kaki di penyeberangan, trotoar dan fasilitas lainnya.

Tak hanya sebagaimana mesti fungsinya zebra cross saj, banyaknya warga yang berkerumun di area tersebut mengakibatkan terjadinya kemacetan hingga mengular ke Jalan Jenderal Sudirman.

“Belum lagi permasalahan munculnya parkir liar di sekitar lokasi CFW,” ukasnya.

Menurut Latif, kegiatan CFW tidak akan mengganggu pengguna jalan lainnya jika digelar berbarengan dengan CFD.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua