KabarJakarta.com -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Jakarta Selatan mengalami peningkatan sepanjang bulan November sampai dengan Desember 2021. Sebanyak 600 warga usia balita hingga dewasa terjangkit.
Angka tersebut meningkat 176 kasus dari sebelumnya 4242 warga yang terjangkit DBD sepanjang Januari-November 2021.
“Kasus DBD di wilayah Jakarta Selatan sampai dengan Desember 2021 totalnya 600 kasus,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, M Helmi, Sabtu (18/12/2021).
Namun, lanjut Helmi, jika dibandingkan dengan tahun 2020 di periode yang sama, kasus DBD di Jakarta Selatan mengalami penurunan. Pada 2020, tercatat ada 1.016 kasus DBD ditemukan di 10 kecamatan di Jakarta Selatan.
Meski begitu, ia mengimbau kepada seluruh warga untuk rajin menguras, menutup dan mengubur (3M) tempat-tempat yang dapat memicu terjadi genangan air sehingga nyamuk dapat berkembang biak.
“Kalau ada botol-botol bekas, bekas minuman plastik yang ada menyebabkan genangan air dan menjadi tempat berkembang biak nyamuk harus dibersihkan atau dikubur,” tuturnya.
“Yang punya hewan peliharaan, harus lebih rajin lagi membersihkan tempat airnya,” tambah Helmi.
Ia memastikan, penanganan DBD di wilayah Jakarta Selatan dilakukan secara dini melalui kader juru pemantau jentik (jumantik), baik secara mandiri maupun lingkungan RT.
“Jadi, warga bisa menjalankan jumantik secara mandiri. Bisa bersihkan sendiri,” pungkasnya.