Langsung ke konten
News

‘Nyanyianya’ Giring Bikin Gaduh Jagad Politik Ibu Kota

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyinggung sosok yang punya rekam jejak SARA dan menghalalkan berbagai cara demi memenangkan Pilkada, tapi bermimpi ingin menjadi Presiden RI 2024 mendatang. Sosok itu sepertinya ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut mantan vokalis grup band Nidji tersebut, sosok yang dimaksudnya itu tak layak jadi pemimpin. Bahkan ia menyebut, Indonesia akan bernasib suram jika dipimpin oleh sosk yang tak becus bekerja dan pernah dipecat Presiden Joko Widodo.

Giring melontarkan pernyataannya itu saat acara puncak HUT ke-7 PSI di Ballroon Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (22/12) kemarin.

Menanggapi itu, Sekretaris DPW DKI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta, Najmi Mumtaza Rabbany menganggap wajar dengan ocehan Giring tersebut.

“Karena Giring itu suka nyanyi, karena mantan vokalis band,” sindirnya.

Tapi, perlu diingatkan, tegasnya, parpol yang PSI harus mengedepankan adu program buka adu domba.

“Giring itu manta vokalis, wajar kalau suka nyanyi. Dan, harus diingat, anak muda sukanya adu program, bukan adu domba,” ucap Najmi, Jumat (25/12/2021).

Ia pun menilai pernyataan Giring itu bertendensi ujaran SARA, bahkan bernuansa provokatif.

Najmi sangat menyesalkan seorang pimpinan parpol seperti Giring justru tidak menampilkan kematangan berpolitik dengan melontarkan isu provokatif dan asumtif.

“Dengan pidatonya seperti itu, sulit bagi kita percaya bahwa partai tersebut (PSI) dapat memberi pelajaran politik untuk kaum muda,” tukasnya.

Gus Najmi, panggilan akrabnya, menyebut pernyataan Giring itu merupakan bentuk gagasan pluralis represif yang justru mengancam persatuan dan kerukunan masyarakat Indonesia.

“Masyarakat Indonesia punya preferensi politik masing-masing. Semestinya pernyataan seperti itu tidak dikemukakan,” saran Najmi.

“Alih-alih membela keberagaman, ucap Giring justru mengancam persatuan dan kerukunan masyarakat. Masyarakat punya preferensi politik dan perilaku sendiri dalam menentukan pilihannya. Jangan sampai ke depan dia dan teman-teman partainya justru mengemukakan pernyataan-pernyataan politik yang terkesan anti Islam,” tegas Najmi.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua