KabarJakarta.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut akan ada partai lainnya yang akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat (PD) Andi Arief menyatakan partainya tidak berminat bergabung.
Andi mengungkapkan, PD justru sedang melakukan penjajakan untuk berkoalisi dengan enam partai pada Pemilu 2024.
“Partai Demokrat tidak ikut dalam KIB, tapi sudah berkomunikasi dengan enam partai,” ucap Andi, Kamis (9/6/2022).
Namun, Andi tidak menyebutkan partai-partai mana saja yang kemungkinan berkoalisi dengan Demokrat.
Dia menilai ajakan bergabung dengan KIB tidak masuk logika. Dijelaskannya, pencalonan Pilpres masih satu tahu ke depan. Menurutnya, tidak mungkin partai-partai mengunci koalisi dengan partai lainnya sedini mungkin.
“Logikanya saja enggak masuk. Pendaftaran Pilpres masih 14 bulan lagi, mana mungkin partai-partai mau dimasukkan dalam sangkar lebih awal,” ujarnya.
Lalu kapan PD menyatakan akan berkoalisi dengan partai lain, Andi menyebut antara Juni sampai September 2023.
Di kesempatan berbeda, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengklaim akan ada partai politik lainnya yang akan ikut bergabung dengan KIB.
“Sudah ada yang akan bergabung dengan KIB,” kata Airlangga.
Jika apa yang dikatakan itu terbukti, maka KIB akan bertambah jumlah anggota koalisinya yang saat ini hanya Partai Golkar, PAN dan PPP.
Menko Perekonomian itu menyatakan KIB membuka pintu terhadap partai-partai lainnya untuk bergabung dengan syarat punya visi politik yang sama, yakni menghindari politik identitas.
“Kita ini bukan politik aliran, bukan politik identitas, Golkar adalah partai pembangunan. Jadi itu salah satunya,” tuturnya.
KIB dibentuk dengan tujuan agar mampu melampaui ambang batas pencapresan pada Pemilu 2024. Selain itu, partai politik yang tergabung dalam koalisi ini berharap elektabilitas ikut merangkak naik akibat efek ekor dari capres yang mereka usung.