Langsung ke konten
News

Partai Pelita Didirikan, Internal Muhammadiyah Pecah?

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Sejumlah tokoh Muhammadiyah mendeklarasikan Partai Pelita. Ketua Umum Partai Pelita Beni Pramula menyatakan optimis partainya akan lolos verifikasi KPU dan akan menjadi peserta Pemilu 2024 mendatang.

Beni menyebut, Partai Pelita akan mempercepat pembentukan infrastruktur pada tingkat kecamatan usai Rapat Kerja Nasinal (Rakernas).

“Tanggal 1-7 Agustus kami akan bersama-sama mendaftarkan diri ke KPU untuk menjadi partai politik peserta Pemilu 2024. Kami sangat optimis, Insya Allah kami akan berhasil menjadi partai politik,” kata Beni usai Rakerna di Hotel Mercure Convention, Ancol, Jakarta Utara, Senin (16/5/2022).

Keyakinannya bukan tanpa alasan, Beni mengklaim, saat ini sudah 95 persen kepengurusan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang terbentuk.

“Saat ini memang untuk tingkat kecamatan baru terbentuk 35 persen. pasca Rakernas ini akan kami kebut untuk bisa membentuk di atas 50 persen,” tuturnya.

Beni membantah, berdirinya Partai Pelita akibat terjadinya perpecahan di internal Muhammadiyah. Dia menegaskan, Partai Pelita didirikan sebagai wujud mimpi membangun bangsa dari para tokoh Muhammadiyah.

“Memang tidak dipungkiri bahwa Partai Pelita ini didirikan lahir dari rahim besar tokoh Muhammadiyah yang mendirikannya, tetapi kemudian tidak berarti ada satu persitegangan, ada perpecahan dan lain sebagainya di kalangan Muhammadiyah. Ini merupakan sebuah cita-cita, sebuah mimpi untuk membangun bangsa dari tokoh-tokoh Muhammadiyah,” ujarnya.

Beni mengatakan, siapapun yang bergabung di Partai Pelita maupun partai yang didirikan oleh tokoh Muhammadiyah lainnya memiliki satu tujuan. Menurutnya, meski berbeda partai, tujuan yang dimiliki tetap untuk membangun bangsa.

“Jadi enggak peduli dia di Partai Pelita atau di partai politik lainnya yang didirikan tokoh Muhammadiyah, kita semua tetap kompak bersatu untuk membangun bangsa dan negara meskipun tempatnya berbeda-beda, tapi tujuannya tetap satu tujuan,” imbuhnya.

Dia menyebut, target suara Partai Pelita tidak hanya dari kalangan Muhammadiyah. Katanya, Partai Pelita terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari Nahdlatul Ulama (NU) hingga Al-Washliyah.

“Kita enggak hanya fokus di Muhammadiyah, tapi kita berharap bahwa warga Muhammadiyah akan memberikan suaranya kepada Partai Pelita. Meski begitu di partai-partai ini ada tokoh dari NU, ada tokoh-tokoh dari PUI, ada tokoh dari Al-Washliyah, ada banyak sekali yang bergabung,” ungkap Beni.

Dia memastikan, Partai Pelita terbuka untuk semua pihak dari berbagai latar belakang. Menurutnya, setiap individu yang bergabung di Partai Pelita mempunyai satu tujuan bersama.

“Partai ini dibuat dari berbagai kalangan jadi kita semua tidak peduli golongannya apa, agamanya apa, organisasinya apa, sama-sama kita bergabung di Partai Pelita,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua