Langsung ke konten
News

Partai Politik Mulai Utak-atik Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Sejumlah partai politik mulai mengutak-atik figur yang tepat yang akan diusung sebagai calon Gubernur (cagub) DKI Jakarta pada Pilgub DKI 2024 mendatang.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merupakan kader terbaik yang dimiliki partainya yang siap diusung menjadi cagub DKI pada 2024 mendatang.

“Beliau adalah salah satu kader terbaik yang kami miliki dan siap maju sebagai cagub DKI,” kata Ahmad Muzani, Kamis (28/4/2022).

Terpenting, lanjut Muzani, Riza Patria sangat paham betul berbagai permasalahan di Jakarta. Dan ini menjadi bekal kelak dia memimpin Ibu Kota.

“Sekarang beliau menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI, ya enggak mungkin enggak tahu permasalahan di Jakarta. Dan tentunya sudah memiliki solusi bagaimana menyelesaikan masalah-masalah itu,” ucapnya.

Ahmad Muzani pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus ranting, PAC, DPC, serta organisasi sayap partai yang telah bekerja keras memenangkan Partai Gerindra di DKI Jakarta. Katanya, berkat kerja sama semua pihak, partai besutan Prabowo Subianto ini berhasil memenangi Pilgub DKI dua kali berturut-turut.

“Partai Gerindra tidak akan pernah melupakan orang-orang yang telah membesarkan partai. Karena sesungguhnya partai ini menjadi besar berkat kerja keras ranting. Atas kemenangan di Pilgub, atas nama Pak Prabowo dan Partai Gerindra, saya mengucapkan terima kasih,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, saat ini partainya masih menunggu status perubahan Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara.

“Kami sedang inventarisasi masalah Jakarta pasca bukan lagi sebagai ibu kota negara. kita belum bicara sosok,” kata Gembong, Jumat (28/4/2022).

“Kita sedang menunggu perubahan UU No. 29/2007 tentang Pemerintahan DKI Jakarta. Nanti akan kelihatan Jakarta pasca pemindahan ibu kota negara seperti apa,” lanjutnya.

Gembong menegaskan, PDIP memiliki 25 kursi di DPRD DKI Jakarta. Dengan begitu, partai berlambang banteng moncong putih ini bisa mengusung cagubnya sendiri tanpa berkoalisi dengan partai lain.

“Selain itu kami banyak memiliki kader yang mumpuni,” ujar Gembong.

Mengenai peluang PDIP akan berkoalisi dengan Gerindra di Pilgub DKI 2024, menurutnya tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi. Meski hal itu belum dibahas di internal PDIP.

“Di politik itu tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Politik itu dinamis, jadi mungkin-mungkin saja. Terbuka segala kemungkinan, walaupun soal calon ini domainnya DPP,” pungkasnya.

Di tempat berbeda, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, partainya akan mengumumkan cagub DKI Jakarta pada bulan Juni atau awal Juli 2022. Alasannya, sedang menunggu hasil survei elektabilitas para bakal cagub.

“Demokrat DKI bikin survei dapil (daerah pemilihan), sekaligus calon kepala daerah (cagub DKI). Hasilnya bulan Juni atau paling lambat awal Juli 2022,” kata Mujiyono.

Dia menyebutkan, survei yang dilakukan secara internal itu ingin mengetahui peluang orang yang akan diusung sebagai cagub DKI. Dia mengatakan, orang yang akan dicalonkan adalah yang memiliki elektabilitas tinggi.

“Enggak mungkin kita dorong orang yang enggak dikenal. Ukuran elektabilitasnya ya berasal dari survei,” tuturnya.

Partai Demokrat, katanya, terbuka untuk calon internal maupun eksternal partai. Mujiyono memastikan, Partai Demokrat merupakan partai yang realistis.

“Kita tetap memprioritaskan dari internal, walau ada dari eksternal juga. Kita partai realistis,” ujarnya.

Mengenai nama-nama orang atau tokoh yang sedang disurvei, Mujiyono enggan memberitahu. Dia hanya mengatakan, hasil survei akan diumumkan ke publik.

“Hasil survei akan kami sampaikan ke DPP di forum tertutup. Begitu selesai, kita umumkan ke publik,” terang Mujiyono.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua