KabarJakarta.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta terus melakukan tracing kontak erat penyebaran virus cacar monyet atau Monkeypox. Diketahui, pasien pertama cacar monyet diketahui kembali ke Indonesia setelah berpergian ke beberapa negara di Eropa Barat.
“Diketahui pasien tersebut mengalami keluhan sakit beberapa hari setelah kembali ke Indonesia, pasca perjalanan wisata ke beberapa negara di Eropa Barat, pada tanggal 8 Agustus 2022 lalu,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta Wisyastuti, kemarin.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan Dinkes DKI, diketahui bahwa pasien tersebut melakukan kontak erat dengan tiga orang lainnya. Kabar bagusnya, tiga orang tersebut dalam kondisi baik dan tidak mempunyai keluhan kesehatan.
Widyastuti mengungkapkan, sebelum kasus cacar monyet pertama kali ditemukan di Indonesia, Dinkes DKI Jakarta melakukan penyelidikan epidemiolog pada 11 orang terduga yang ditemukan sejak 20 Mei 2022. Hasil pemeriksaan laboratorium, semuanya dinyatakan negatif cacar monyet.
“Hal ini dilakukan sebagai upaya menemukan kasus sedini mungkin, agar dapat dilakukan pemutusan rantai penularan dengan segera,” tuturnya.
Untuk diketahui, sejak 23 Juli 2022 lalu, World Healt Organization (WHO) telah menetapkan cacar monyet sebagai penyakit yang dapat menjadi darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Menyikapi ini, Dinkes DKI Jakarta akan terus mewaspadai ancaman virus ini dengan meningkatkan surveilans cacar monyet melalui jejaring fasilitas kesehatan dan Organisasi Profesi Kesehatan di Jakarta.
Gejala Cacar Monyet
Untuk mendeteksi apakah seseorang terpapar virus cacar monyet dapat diketahui dari gejala-gejalanya yang diawali dengan demam, sakit kepala, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang ditemukan di leher, ketiak, dan lipatan paha (selangkangan). Selain gejala umum itu, dapat disertai keluhan nyeri otot, sakit punggung, dan rasa Lelah yang berkepanjangan.
Setelah 1-3 hari sejak demam, gejala akan disusul dengan munculnya ruam pada kulit di beberapa bagian tubuh, berbentuk bintik-bintik merah seperti cacar, melepuh kecil berisi cairan bening atau berisi nanah yang kemudian menjadi keropeng, dan rontok. Jumlah lesi (luka atau lenting gelembung berisi cairan di kulit) yang muncul bisa sedikit maupun beberapa banyak yang tersebar.