Langsung ke konten
News

PDI-P Bombardir Anies, Sindir Soal Pasar Tanah Abang Kembali Macet

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- PDI-P sepertinya tidak ada kata berhenti sejenak pun untuk mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kali ini dilakukan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto yang menyindir soal Pasar Tanah Abang macet kembali di masa kepemimpinan Anies.

Hasto mengutip perkataan mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga merupakan kader PDI-P, Djarot Saiful Hidayat yang menyebut Tanah Abang ibarat tarian Poco-poco yang bergerak maju mundur.

“Pak Djarot melihat ini kok rasanya seperti tarian Poco-poco, maju mundur. Tanah Abang dulu sudah beres dan tidak macet, begitu ganti pemimpin, Pasar Tanah Abang jadi macet, Tanah Abang jadi berubah,” ucap Hasto di Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur, Minggu (9/1).

Tak hanya Pasar Tanah Abang, dia juga menyoroti soal kondisi waduk yang dikelola dengan baik saat Djarot menjadi Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, sekarang ini kondisi waduk-waduk tersebut sudah tidak seperti dulu.

Ia pun mengklaim menerima aduan dari seorang camat yang mengatakan bahwa sejumlah sodetan tidak berfungsi untuk mencegah banjir.

Hasto pun berpendapat, terjadi kemunduran jika seorang pemimpin yang menggantikan pemimpin sebelumnya tidak memahami hakikat kepemimpinan untuk rakyat.

“Dulu waduk-waduk dikelola dengan sangat baik, contohnya aspirasi dari camat untuk sodetan saja sudah berapa lama tidak jalan, padahal itu penting dalam menjaga upaya mencegah banjir,” katanya.

“Jadi pergantian pemimpin kalau tidak memahami hakikat kepemimpinan untuk rakyat, maka yang terjadi adalah kemunduran,” tukas Hasto.

Hasto mencontohkan, sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Djarot sudah ditugaskan terlebih dahulu merumuskan skala pembangunan Jakarta. Dan, ketika menjabat, sudah tahu bagaimana merancang agar kehidupan di Jakarta bisa menjadi bagian kebanggaan karena kebahagiaan warga, lingkungan yang indah dan asri, serta kebudayaannya.

“Pak Djarot punya pengalaman me-manage Jakarta sehingga tahu akar persoalan Jakarta seperti apa,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua