KabarJakarta.com -- Sekjen PDI Pejuangan Hasto Kristiyanto membandingkan strategi penanganan banjir yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan mantan Wali Kota Surabaya yang kini menjadi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.
Menurut Hasto, perancangan kebijakan yang dilakukan untuk menangani banjir di Jakarta tidak dibuat atas dasar fakta lapangan.
Berbeda dengan Risma saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya yang menurutnya langsung turun ke titik-titik yang terkena banjir atau tergenang air.
“Kemudian ibu Risma merancang kebijakan atas dasar fakta di lapangan,” kata Hasto.
“Bukan membuat semacam resapan seperti yang dilakukan di Jakarta. Sumur resapan itu kan untuk yang porositasnya (tanahnya) tinggi,” tuturnya.
Ia menyebutkan, kenaikan muka air laut yang terjadi di Jakarta dan ditambah dengan posisi permukaan tanah yang relative rendah dan padat menyebabkan terjadinya banjir berulang-ulang.
Semestinya, lanjut Hasto, upaya untuk mengatasi banjir adalah dengan membuat saluran-saluran air yang lebar, termasuk membuat dam (bendungan).
“Jadi mencegah banjir itu dengan sistem, dengan menyiapkan warga, dan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah Kota/Kabupaten, bersama-sama mengedepankan pembangunan yang melihat tata ruang," paparnya.
Seperti diketahui, sumur resapan adalah program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa tahun terakhir dalam mengatasi banjir di Ibu Kota.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyatakan proses pembangunan sumur resapan hingga akhir Oktober 2021 telah mencapai 12.482 titik.
“Tahun 2021, target pembangunan sebanyak 25.647 titik drainase vertikal untuk menyerap 68.038 meter kubik air. Sekarang telah dibangun sebanyak 12.482 titik,” jelas Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dikutip dari YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (24/12/2021).
Beberapa terakhir ini, program sumur resapan Anies Baswedan dikritik banyak pihak karena dianggap tidak efektif. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan program itu tidak efektif dan merugikan pengguna jalan karena membuat jalanan menjadi bergelombang dan berbeda tinggi.