KabarJakarta.com - Paguyuban Sate Taichan Senayan menolak direlokasi ke area parkir mal Senayan City, Jakarta Pusat. Ketua Koordinator Paguyuban Taichan Gelora Senayan, Muchlis mengatakan salah satu alasan pihaknya menolak karena para pedagang dimintakan tarif pembuka lapak dengan biaya Rp5 juta dan sewa Rp100.000 per hari.
“Terkait permasalahan yang menimpa para pedagang sate taichan saat ini, disinyalir ada oknum yang menginginkan para pedagang direlokasi di area parkir di Senayan City,” kata Muchlis dilansir dari situs DPRD DKI Jakarta, Jumat (9/12/2022).
Para pedagang sate taichan di kawasan Senayan ini lantas mengadukan perlakuan tersebut kepada Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta. Mereka datang ke Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (7/12) kemarin.
Kepada Komisi B DPRD DKI, Paguyuban Sate Taichan Senayan menyatakan dengan tegas menolak berpindah lapak ke area parkiran Senayan City, meski sebenarnya penjualan sate taichan Senayan memang terpusat di parkiran tersebut.
Akan tetapi, para pedagang pindah tempat dan mengokupasi pinggir jalan di kawasan Palmerah.
Muchlis berharap anggota dewan dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. selain tarif sewa yang dinilai tinggi, lokasi di parkiran Senayan City tidak memadai untuk berjualan.
“Besar harapan kami permasalahan ini terselesaikan sesuai keinginan kami,” ucap Muchlis.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail merespon aduan para pedagang. Dia mengatakan akan memanggil pihak yang bertanggung jawab atas masalah ini, misalnya lurah setempat.
Kata dia, lokasi pejalan kaki dengan lebar 5-6 meter masih bisa dipakai sebagai lokasi sementara pedagang. Dia mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 10 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.
“Saya melihat di sini sepertinya ada semacam standar ganda pemangku jabatan dalam memberikan izin berdagang kepada para pedagang UMKM,” ucap Ismail.