Langsung ke konten
News

Pekerja Proyek Sumur Resapan di Bidara Cina Ngeluh, Belum Terima Bayaran

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Sejumlah warga di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, mengaku diminta membantu membangun proyek sumur resapan di wilayah RT 011 RW 016 di kelurahan tersebut. Namun, hingga kini mereka belum mendapatkan bayaran.

Ari, 38 tahun mengatakan, dirinya dipekerjakan oleh pihak kontraktor proyek guna melanjutkan pengerjaan sumur resapan yang sempat terbengkalai itu.

“Saya dipekerjakan waktunya kapan, pastinya saya lupa. Kalau enggak salah pertengahan Desember 2021. Waktu itu memang di lokasi enggak ada pekerjanya,” kata Ari, Rabu (4/1/2022).

Ari mengaku dirinya bekerja tidak seorang diri, tapi ada dua warga lainnya yaitu, Hidayat dan Fuadin yang ditawari kerja oleh mandor proyek.

“Kami bertiga diminta bekerja sebagai buruh harian lepas untuk menggali sumur resapan dan memasukkan tanah galan ke dalam karung,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, satu lubang yang dikerjakannya dihitung Rp80.000, sedangkan fee memasukkan tanah ke dalam karung yaitu Rp1.500 per karung. “Kami mau kerja borong waktu itu daripada nganggur,” ucap Ari.

Memang diakuinya, kesepakatan kerja antara ia dan dua warga lainnya dengan kontraktor proyek sumur resapan, tidak diketahui oleh aparat RT dan RW setempat, atau kelurahan Bidara Cina.

Hanya dalam waktu dua hari kerja, Ari cs mampu menyelesaikan tujuh lubang dan memasukkan tanah ke dalam 70 karung. Namun, hingga kini pembayaran yang dijanjikan tidak ia terima.

“Kalau ditotal borongan bertiga sekitar Rp700.000 yang belum dibayarkan ke kami,” ujarnya.

Di hari ketiga bekerja, Ari mengaku sempat menanyakan soal pembayaran itu. Dan, mandor proyek mengatakan pada dirinya hendak mengambil uang untuk bayar dirinya dan dua rekannya. Namun, begitu ditunggu tidak kembali lagi.

Karena proses pembayarannya tidak beres, Ari, Hidayat dan Fuadin memutuskan untuk berhenti bekerja. Ia lalu berusaha menghubungi mandor tersebut, tapi hingga kini belum ada balasannya.

Saat dikonfirmasi, Lurah Bidara Cina Dadang Yudi Hartono tidak bisa memastikan kebenaran pernyataan Ari, Hidayat dan Fuadin itu, karena pengerjaan proyek sumur resapan itu tidak melibatkan pihak kelurahan.

“Silakan tanya ke kontraktornya, karena enggak ada hubungannya dengan kelurahan. Koordinasikan saja dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA),” kata Dadang menyarankan.

Sempat terbengkalai

Pengerjaaan sumur resapan di wilayah RT 011 RW 016 Bidara Cina ini sempat mangkrak pada Desember 2021 lalu. Tampak dua sumur resapan belum ditutup. Ada juga sumur resapan yang masing miring dan belum rapih penempatannya.

Dede, warga sekitarnya, mengatakan kondisi sumur resapan itu sangat mengkhawatirkan. “Takut anak-anak ada yang jatuh. Lokasi sumur resapan ini menjadi akses warga dan sepeda motor,” katanya.

Sebenarnya, kondisi proyek sumur resapan yang mangkrak di Bidara Cina sudah disampaikan oleh politisi PSI Moh Guntur melalui akun Twitter miliknya, @GunRomli.

Romli menyampaikan, proyek sumur resapan yang mangkrak itu berlokasi di samping Rusun Bidara Cina tidak ditutup dan menjadi sarang nyamuk.

“Menurut penghuni di Rusun Bidara Cina, sudah satu bulan lebih sumur-sumur resapan itu telantar, enggak ditutup, dibiarkan terbuka seperti itu. Padahal sumur itu terletak di kawasan permukiman dan banyak anak-anak yang main di sana,” tulis Guntur Romli.

Hal itu ditanggapi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk menindaklanjuti proyek pembangunan sumur resapan di Rusun Bidara Cina tersebut.

“Di tempat-tempatnya kalau masih ada yang dilihat belum selesai atau kurang baik, apalagi ada yang belum sempurna sekali pun, silakan disampaikan, nanti akan kami tindak lanjuti,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 15 Desember 2021.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua