Langsung ke konten
News

Pelajar SMP di Tangsel Tubuhnya Disundut Rokok, Ditusuk-tusuk Pakai Obeng dan Pisau oleh 8 Temannya

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menyelidiki kasus bullying dengan korban berusia 16 tahun berinisial J. Dia disundut rokok oleh delapan teman sepermainannya yang juga tetangganya.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Aldo Primananda Putra mengatakan, terduga pelaku berjumlah delapan orang, empat di antaranya sudah dimintai keterangannya dengan didampingi orang tuanya masing-masing.

“Kita berkoordinasi dengan RT setempat dan orang tua para terduga. Mereka dikumpulkan dan datang ke Polres Tangsel. Kita lakukan klarifikasi kepada para terduga pelaku bullying yang didampingi oleh orang tuanya masing-masing,” kata Aldo, Kamis (19/5/2022).

Aldo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban terkait bullying ini. Antara korban dan para terlapor (terduga) merupakan teman sepermainan dan bertetangga.

“Korban bersama para terlapor yang merupakan anak di bawah umur juga diketahui merupakan teman bermain di satu kawasan, mereka juga semuanya saling bertetangga,” tutur Aldo.

Aldo mengatakan pihaknya meminta keterangan kepada para terduga pelaku untuk mengetahui kronologi kejadian pada saat itu.

“Kita ambil keterangan dan menceritakan kejadian pada saat di lokasi kejadian,” ujarnya.

Terkait kabar yang beredar jika korban seorang disabilitas, Aldo menyampaikan hal itu tidak benar. Menurutnya, korban merupakan anak di bawah umur usia 16 tahun.

“Berdasarkan kabar yang beredar atau viral itu, korban merupakan disabilitas itu tidak benar. Dia juga sekarang sedang menempuh sekolah di salah satu SMP negeri di Tangsel,” tambahnya.

Aldo mengungkapkan saat ini kondisi kesehatan korban stabil. Ia mengaku sudah melakukan pendampingan untuk pemeriksaan psikologi dengan P2TP2A agar tidak mengalami trauma.

Sebelumnya, Kepala UPTD Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tangsel Tri Purwanto saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya bullying kepada anak di bawah di Tangsel. Ia mengaku sudah melakukan penjangkauan terhadap korban.

“Iya benar, sudah kita lakukan penjangkauan dan akan kita dampingin prosesnya,” terangnya, Selasa (17/5/2022).

Tri menjelaskan, bahwa korban kekerasan tersebut ialah seorang bocah berinisial J yang berusia 16 tahun. Ia menyebut peristiwa ini terjadi pada Minggu (15/5) lalu di Serpong, Tangsel.

Menurutnya, sampai saat ini belum mengetahui kekerasan ini dilakukan oleh siapa. Selain itu, belum diketahui motif dan alasan para terduga pelaku melakukan kekerasan terhadap J.

“Belum tahu karena tadi kan tidak nanya detail. Selain itu, belum tahu juga karena korban sendiri tidak kenal,” tuturnya.

Kejadian ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar, korban terlihat disundut lidahnya dengan rokok.

Dalam video juga dinarasikan bahwa korban ditusuk-tusuk menggunakan obeng dan pisau. Korban disebutkan tidak berani melapor kepada orang tuanya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua