KabarJakarta.com -- Universitas Trilogi melakukan pendampingan kepada para Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) penguatan branding pada produk-produk UMKM, khususnya kepada Forum Komunikasi Desa Wisata Bali.
Selain itu, Universitas Trilogi juga melakukan penguatan kepada para pelaku usaha tersebut dalam bentuk kelas pendampingan terkait packaging.
Adapun pemateri untuk sesi ini disampaikan oleh Hermawan Seftiono, dosen Ilmu danTeknologi Pangan (ITP) Universitas Trilogi.
Pada sesi tentang kemasan ini, para peserta mendapatkan pengetahuan baru bahwa kemasan bukan hanya sekadar untuk menambah daya tarik semata, tetapi juga harus diselaraskan dengan kejujuran. Karena, kemasan yang baik, selain eye catching, tetapi jga harus menjadi pelindung bagi produk itu sendiri.
“Jadi kemasan yang baik itu harus menjadi pelindung agar tidak terjadi kerusakan pada produk yang dipasarkan. Selain itu, kemasan yang baik juga harus memberikan informasi yang jujur. Setidaknya minimal memuat beberapa hal seperti cara penggunaan, izin edar, tanggal kadaluarsa, dan lain sebagainya yang merupakan informasi penting untuk diketahui pembeli,” kata konsultan packaging yang juga Ketua Program Studi ITP Universitas Trilogi ini.
Oleh karena itu, disampaikannya juga pemahaman yang berhubungan dengan kemasan aktif.
Pengetahuan tentang kemasan aktif ini sangat penting sekali, karena tujuannya untuk memperpanjang masa simpan serta menjaga dan meningkatkan kualitas produk yang dikemas.
Beberapa hal yang harus diketahui terkait kemasan aktif di antaranya adalah kegunaan penyerap oksigen, penyerap kelembaban, anti mikroba, dan pelepas karbon dioksida.
“Bahkan kemasan dalam konteks lebih expert, kita mengenal apa yang dinamakan dengan kemasan cerdas. Disebut kemasan cerdas karena memang dirancang untuk memonitoring kondisi produk yang dikemas, kemasan cerdas dapat menginformasikan kualitas makanan selama proses transportasi dan penyimpanan,"” jelasnya.
Peserta yang juga sekaligus pelaku usaha sangat antusias dalam kelas pendampingan untuk penguatan packaging produk ini. Selain menambahkan pengetahuan baru, para pelaku usaha mendapatkan cara terbaik dalam memaksimalkan kualitas produk yang berkemasan. Selain para pelaku UMKM, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini juga melibatkan para mahasiswa Universitas Trilogi.