KabarJakarta.com -- Polres Jakarta Pusat berhasil menangkap pelaku yang menabrak anggotanya, Iptu JM. Pelaku ditangkap di daerah Waleri, Kendal, Jawa Tengah, Senin (29/11/2021).
Kasat Reserse Narkoba Polres Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga mengatakan dari keberhasilan menangkap pelaku, Kepolisian mendapatkan bukti baru kasus sindikat peredaran narkoba ini.
Dalam pengembangan kasus ini, Polres Jakarta Pusat mendapati penyimpangan narkoba di Aceh, dan mengamankan dua tersangka lannya.
“Dari pengembangan tersangka penabrak anggota polisi, kami menemukan gudang narkotika di Aceh dan ada dua orang pelaku kami amankan,” ujarnya.
Polisi kemudian melakukan pengembangan kembali. Dan hasilnya, mengamankan seorang bandar narkoba di Medan, Sumatera Utara.
Namun, Panji menyatakan dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus ini sampai pihaknya bisa membongkar sindikat peredaran narkoba ini.
Ia mengatakn, Polres Jakarta Pusat akan memberikan penjelsan bilaemua pelaku sudah tertangkap.
“Nanti akan kami sampaikan dalam keterangan pers,” kata Indrawienny Panjiyoga, Rabu (1/2/2021).
Sebelumnya, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penyergapan terhadap seorang bandar narkoba di Rest Area KM 208 Cirebon, Jawa Barat arah Jakarta, Minggu (21/11) lalu.
Saat hendak ditangkap, pelaku berhasil melarikan diri dengan menggunakan mobil. Saat itu, pelaku menabrak Iptu JM, anggota Sat Reserse Narkoba Polres Jakarta Pusat, hingga membuat kaki anggota Kepolisian itu patah.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, Iptu JM mengalami patah kaki bagian kiri cukup parah sehingga terpaksa dioperasi.
“Iptu JM mengalami luka berat karena dilindas bandar narkoba. Dia sekarang menjalani perawatan operasi di RS Caroulus Jakarta,” ucap Hengki, Senin (22/11).
Hengki mengungkapkan, untuk menangkap bandar narkoba tersebut, pihaknya membentuk tim khusus.
“Tim khusus yag kami buat ini gabungan dari Satreskrim dan Satres Narkoba Polres Jakarta Pusat,” terangnya.
Meski pelaku berhasil kabur, kata Hengki, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti yaitu 35 Kg sabu, jika dinominalkan nilainya mencapai Rp53 miliar.
“Dengan diamankannya sabu ini berarti kita berhasil menyelamatkan 250 ribu jiwa dari bahaya sabu,” pungkas Hengki Haryadi.
Untuk diketahui, penangkapan terhadap bandar naroba ini merupakan pengembangan kasus begal yang menewaskan karyawati Basarnas di Kemayoran, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Para pelaku begal itu menggelar pesta narkoba sebelum melancarkan aksinya.