Langsung ke konten
News

Pembangunan Kampung Susun Cakung Habiskan Dana Rp52 Miliar

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meresmikan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Jakarta Timur, untuk warga eks Bukit Duri yang terdampak proyek normalisasi Kali Ciliwung di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Total anggaran yang digunakan untuk membangun hunian bersusun tersebut mencapai Rp52 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko mengatakan sumber pembiayaan pembangunan hunian tersebut bukan dari APBD DKI Jakarta, melainkan dari skema Surat Persetujuan Penunjukan Penggunaan Lokasi atau Lahan (SP3L) dari PT Duta Pertiwi.

“Kurang lebih sekitar Rp52 miliar. pengerjaannya memakan waktu 10 bulan,” kara Sarjoko, Kamis (25/8).

Dia menjelaskan, Pemprov DKI menyiapkan 75 unit kampung susun bagi warfa eks Bukit Duri. Kampung itu dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Nomor 4 milik Unit Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah serta Permukiman (UPK PPUKMP).

“Jadi tanah dan bangunan ini yang membangun Pemprov DKI Jakarta,” jelasnya.
rencananya, warga eks Bukit Duri yang bermukin di Kampung Susun itu akan diberlakukan skema sewa jangka Panjang. Besaran tarif sewa akan tercantum di dalam landasan hukum.

“Nanti akan ditetapkan melalui Keputusan Gubernur (Kepgub). Nilainya belum ditentukan,” imbuhnya.

Lanjut Sarjoko, nantinya Kampung Susun ini akan dikelola oleh warga sekitar melalui koperasi. Ketentuan ini akan diatur melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD).

“Dari skema pengelolaannya memang dikelola oleh warga melalui koperasi tapi dari skema pemanfaatannya nanti akan dituangkan dalam sebuah PKS dengan BPAD,” terang Sarjoko.

Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung dibangun dengan luas unit hunian 36 meter persegi, terdiri dari ruang privat seluas 21 meter persegi dan ruang usaha seluas 15 meter persegi. Ruang usaha disediakan untuk memberi kesempatan kepada penghuni dalam mengembangkan produktivitas ekonomi rumahan dari unit huniannya.

Desain unit hunian juga unik dengan mezanin, kamar tidur, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, balkon, dan ruang usaha/produksi pada setiap unit huniannya. Jarak antar lantai bangunan memiliki ketinggian 396 cm. Dengan jarak antar lantai yang tinggi ini, memungkinkan dikembangkannya area ekonomi untuk berbagai jenis usaha atau dapat juga diubah menjadi unit hunian tambahan di masa yang akan datang.

Pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung ini merupakan tindak lanjut pembangunan kampung susun sebelumnya yang sudah dihuni, yaitu Kampung Susun Akuarium Tahap I sebanyak 2 blok dan 107 unit. Selain di lokasi ini, juga terdapat pembangunan kampung susun yang telah selesai, yaitu Kampung Susun Kunir sebanyak 1 blok dan 33 unit hunian yang akan diresmikan kemudian.

Selanjutnya terdapat 2 lokasi kampung susun yang sedang dalam proses pembangunan, yakni Kampung Susun Akuarium Tahap 2 sebanyak 3 blok dan 134 unit hunian, serta Kampung Susun Bayam sebanyak 3 blok dan 123 unit hunian. Sehingga total kampung susun yang akan terselesaikan pembangunannya pada tahun ini sebanyak 12 blok dengan 472 unit hunian.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua