KabarJakarta.com - Sepanjang bulan September 2022 telah terjadi tiga tawuran antar warga di underpass Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Dwi Rio Sambodo menilai masalah kemiskinan dan perpecahan sosial adalah salah satu pemicu terjadinya tawuran.
“Potensi disintegrasi sosial masih menjadi api dalam sekam. Peristiwa ini juga dapat dikatakan sebagai fenomena gunung es masalah mendasar tentang kemiskinan perkotaan dan gap multi sektoral,” kata Dwi Rio, Senin (19/9).
Artinya, kata Dwi Rio, permasalahan kemiskinan di Jakarta belum tuntas ditangani. Padahal, dalam 5 tahun terakhir ini pembangunan di Ibu Kota sudah menghabiskan dana sekitar Rp400 miliar, suatu angka yang sangat fantastik.
Dia menilai penanganan terhadap tawuran di Jakarta selama ini cenderung dilakukan setelah peristiwa terjadi. Dwi Rio lantas menyoroti pembinaan dan pencegahan tawuran di daerah rawan.
“Penanganan yang dilakukan pemerintah daerah masih bersifat parsial dan tidak menunjukkan pendekatan persoalan secara komprehensif, integral dan holistik. Penanganan hanya dilakukan setelah kejadian. Contohnya, dalam melakukan pembinaan di wilayah-wilayah yang rawan, semi dan tenang konflik, tidak ditempuh dengan berkesinambungan, putus-putus dan terkesan sporadis,” tuturnya.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini mengatakan bahwa dalam rapat bersama eksekutif, dia telah beberapa kali bertanya mengenai pencegahan tawuran. Namun, Dwi Rio melihat belum melihat adanya terobosan yang dilakukan Pemprov DKI mengenai pencegahan itu.
“Beberapa kali saya lontarkan dan bahas dalam rapat di Komisi A dengan eksekutif tentang hal-hal ini, khususnya kepada pimpinan wilayah Lurah, Camat, Wali Kota, Bakesbangpol, dan lain-lain. Pada era Gubernur Anies Baswedan, kita nyaris tidak menemukan adanya terobosan untuk fasilitasi anak-anak muda dari mulai ruang-ruang kebudayaan, ruang-ruang interaksi sosial baru, maupun pembinaan-pembinaan wawasan kebangsaan,” paparnya.
Dia pun mengusulkan agar para pimpinan wilayah dan tokoh masyarakat terlibat aktif memberikan teladan dan pembinaan kepada warga terkait pencegahan tawuran.
“Para pemimpin dan tokoh masyarakat harus terlibat aktif dalam memberikan keteladanan kerukunan, politik yang menyejukkan dan berkeadaban sehingga itu juga akan merembes ke bawah menjadi budaya masyarakat yang saling menghargai, saling berempati, mengedepankan komunikasi saling bertenggang rasa,” ucap Dwi Rio.
Tawuran di Underpass Manggarai
Minggu (18/9) malam, terjadi kembali tawuran antar warga di underpass Manggarai, Jakarta Selatan. Tawuran diwarnai perang petasan, dan ini merupakan yang ketigakalinya selama bulan September 2022.
Lurah Manggarai Muhammad Arafat Dinsirat mengatakan tawuran tersebut merupakan ‘kelanjutan’ dari peristiwa sebelumnya.
“Isu tawuran masih terkait masalah tawuran yang seminggu yang lalu,” kata Arafat saat dimintai konfirmasi, Senin (19/9).