Langsung ke konten
News

Pemkot DKI: Lab PCR yang Tidak Turunkan Harga, Izin Usahanya Dicabut

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com -- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap laboratorium-laboratorium yang masih menetapkan harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) lebih dari yang ditetapkan pemerintah. Ia meny pengawasan dilakukan oleh suku dinas kesehatan di setiap wilayah kota.

 

Riza Patria mengatakan, jika ada laboratorium yang tak mematuhi ketentuan harga tes PCR yang telah diputuskan pemerintah akan dikenakan sanksi tegas.

 

"Laboratorium-laboratorium akan diberikan surat teguran, dan jika masih bandel bisa dicopot izin usahanya," kata Riza Patria dalam pers rilisnya yang diterima *kabarJakarta.com*, Selasa (2/11).

 

"Bila sudah dilakukan teguran tiga kali berturut-turut, maka akan segera dilakukan pencabutan izin laboratorium Covid-19-nya," tambahnya

 

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia telah menetapkan harga tes PCR di Pulau Jawa dan Bali maksimum Rp275.000, sedangkan luar Jawa-Bali maksimum Rp300.000.

 

Sebelumnya, harga tes PCR berkisar Rp500.000 sampai dengan di atas Rp1 juta, dengan dalih PCR Express yang menjanjikan hasil tes keluar lebih cepat.

 

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta setelah diturunkan harga tes PCR, pemerintah harus melakukan pengawasan terhadap kepatuhan atas perintah tersebut.

 

"Selain itu, pemerintah juga harus menurunkan masa uji laboratorium, yang semula 1×24 jam, bisa diturunkan menjadi maksimal 1x12 jam guna menghindari pihak provider/laboratorium, mengulur waktu hasil uji laboratorium tersebut," tegas Tulus.

 

Sementara itu, Sekjen Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia G Partakusuma menyebut bahwa harga tes PCR tak bisa dilepaskan dari harga reagen sebagai komponen utamanya. Jika harga reagen tinggi, maka harga tes PCR disebut bakal mengikuti.

 

Dengan demikian, laboratorium atau rumah sakit yang kadang membeli reagen dengan harga mahal terpaksa menawarkan layanan tes PCR dengan harga yang juga mahal.

 

"Kalau pemerintah menginginkan harga PCR turun sih kita senang sekali. Tapi tolong diminta agar harga reagen disesuaikan," kata Lia.

 

Ia juga meminta penurunan tarif tak dilakukan mendadak agar RS bisa menghabiskan terlebih dulu stok reagen yang saat ini sudah terlanjur dibeli dengan harga tinggi.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua