Langsung ke konten
News

Pemkot Jakut Koordinasi dengan PT KAI Tata Kawasan Kampung Bayam

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) perihal penataan kawasan Kampung Bayam, Tanjungpriok, Jakarta Utara.

Koordinasi akan dilakukan terkait berdirinya bedeng-bedenga di pinggir rel kereta api Kampung Bayam oleh warga yang digusur imbas pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).

Seperti diberitakan sebelumnya, JIS berlokasi di Kelurahan Papango, Tanjungpriok, Jakarta Utara, rencananya akan diresmikan pada Februari 2022 mendatang.

Ironisnya, masih banyak warga yang tergusur belum menerima kompensasi, sehingga mereka terpaksa mendirikan bedeng-bedeng di belakang JIS, tepatnya di samping rel kereta api.

Kondisi bedeng-bedeng itu sangat memprihatikan. Warga memanfaatkan tembok perlintasan kereta api sebagai dinding yang dikombinasikan dengan triplek dan kayu-kayu bekas. Sedangkan untuk bagian atapnya digunakan terpal.

Bedeng-bedeng itu juga tak berpintu, sedangkan alas untuk tidur menggunakan peralatan seadanya.

Ketika kereta api melintas, kenyamanan penghuni bedeng akan terganggu oleh suara bising. 

Supriyanto, salah satu warga menyatakan menolak pergi karena belum menerima kompensasi penggusuran. Selain dirinya, ada 26 keluarga yang bertahan karena tidak memiliki tempat tinggal lain.

Kata Supriyanto lagi, puluhan warga tersebut dijanjikan akan mendapat unit tempat tinggal di Kampung Susun Bayam di area JIS. Dia berharap rumah susun tersebut bisa segera dibangun.

“Memang semuanya sudah ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI akan memberikan rumah deret yang ada di dalam stadium,” jelas Supriyanto.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan PT KAI selaku pemilik lahan di mana bedeng-bedeng berdiri.

“Kita perlu berkoordinasi dan bekerja sama dengan semua pihak, karena lokasi yang dimaksud berada di dalam kawasan milik PT KAI,” jelas Ali Maulana.

Ali menjelaskan, Kampung Bayam termasuk permukiman dalam penataan beberapa kampung di Jakarta Utara.

Ia menegaskan, penataannya direncanakan tidak akan menghilangkan sisi keaslian wilayah tersebut.

“Kami minta PT KAI juga sesegera mungkin menindaklanjuti supaya kawasan tersebut menjadi lebih indah dan tertata,” ujarnya.

Diungkapkan Ali, saat ini pihaknya masih dalam persiapan penataan Kampung Bayam, di mana kekinian tersisa gundukan tanah pascagusuran pada Agustus 2021 silam.

“Sementara ini dalam proses persiapan untuk pembangunan dan sudah didata para warga yang akan menghuni,” tuturnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua