KabarJakarta.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait izin usaha Holywings. Rencananya, BKPM akan melakukan sidak di outlet-outlet Holywings.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, BKPM akan sidak. Kita akan koordinasi dengan BKPM,” kata Riza Patria, kemarin.
Dia menuturkan, saat ini permohonan pendirian usaha sudah melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dikelola oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BKPM. Melalui sistem ini, seluruh data perizinan akan terintegrasi sehingga tidak terjadi tumpang tindih.
“Sekarang izin sesuai UU cipta kerja ada program OSS itu menjadi kewenangan dari BKPM,” jelasnya.
Beberapa waktu lalu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyinggung soal masalah izin usaha outlet Holywings. Terkait hal ini, Kementerian Investasi berencana melakukan koordinasi dengan Pemprov DKI.
“Menyangkut dengan persoalan izin (Holywings), hari ini saya baru belanja masalah. Saya akan melakukan koordinasi teknis, rapat lagi dengan Pemprov DKI untuk mencari apa solusi terbaiknya,” ujar Bahlil di Holywings Gunawarman, Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2022).
“Saya hanya sebagai kewajiban karena izin itu adalah dari OSS (One Single Submission),” sambungnya
Menurut Bahlil, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah menyampaikan itu lewat OSS, dan penanggung jawab OSS adalah Kementerian Investasi.
“Dan Kementerian Investasi itu pimpinannya adalah saya, jadi ini sebagai bentuk dari kami urus itu,” jelasnya.
Bahlil menambahkan, penutupan Holywings bukan hanya persoalan satu sisi menutup bisnis saja. Namun ada hal lain yang perlu dipikirkan, terutama terkait masalah lapangan pekerjaan.
Di luar itu, Bahlil menyebut ada sektor UMKM yang harus dipikirkan. Tetapi, baik pihak Pemprov DKI, Kementerian Investasi, maupun Holywings, semua bersepakat aturan harus ditegakkan.
Holywings belum mau banyak berkomentar soal kemungkinan pembukaan outlet. Salah satu pemegang saham Holywings, Hotman Paris Hutapea, menyebut pihaknya masih menunggu hasil koordinasi Kementerian Investasi dan Pemprov DKI.
“Kita masih tunggu, tadi sudah disebutkan akan ada koordinasi antara BKPM dan Pemprov DKI. Kita tunggu saja,” ucap Hotman Paris.
Sebagai informasi, Holywings ditutup karena dianggap tidak memenuhi beberapa perizinan. Akibat penutupan ini, sekitar 3.000 karyawan terkena dampaknya, termasuk sektor UMKM.