KabarJakarta.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan 12 ribu lowongan kerja melalui Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026. Program ini menggunakan skema hibrida atau hybrid yang memungkinkan pencari kerja mengakses informasi lowongan secara daring maupun bertemu langsung dengan perusahaan dalam bursa kerja luring.
Skema tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov DKI memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja. Pencari kerja tidak hanya dapat mencari informasi melalui internet, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan perusahaan, mengajukan lamaran, hingga mengikuti wawancara secara langsung.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta, Syaripudin, menjelaskan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Jakarta Bekerja.
“Ini langkah konkret implementasi Jakarta Bekerja. Kami menyelenggarakan acara Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 dengan menghadirkan 12 ribu lapangan kerja,” kata Syaripudin di Jakarta, Selasa (20/10).
Dua pilihan mengakses lowongan kerja
Pemprov DKI membagi pelaksanaan bursa kerja ke dalam dua jalur. Pertama, Job Fair daring melalui platform Karir Jakarta yang dapat diakses masyarakat pada 8–29 Oktober 2026.
Melalui layanan tersebut, pencari kerja dapat memperoleh informasi lowongan tanpa harus datang ke lokasi kegiatan. Mekanisme daring juga memberikan alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, biaya transportasi, atau akses terhadap lokasi bursa kerja.
Kedua, Job Fair luring yang berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 di Convention Hall SMESCO, Pancoran, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan 65 perusahaan yang menawarkan peluang kerja di dalam negeri serta 10 perusahaan dengan peluang kerja di luar negeri. Kehadiran perusahaan dari kedua kategori tersebut membuka kesempatan bagi pencari kerja untuk mempertimbangkan pilihan pekerjaan sesuai dengan kemampuan, kualifikasi, dan rencana karier mereka.
Melalui pertemuan langsung, pencari kerja dapat menggali informasi mengenai kebutuhan perusahaan, persyaratan jabatan, dan proses rekrutmen. Perusahaan juga memiliki kesempatan untuk mengenali calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Syaripudin membeberkan, kegiatan ini ditujukan bagi berbagai kelompok pencari kerja, mulai dari lulusan baru, penyandang disabilitas, hingga masyarakat umum.
“Para pencari kerja, baik lulusan baru, penyandang disabilitas, hingga pencari kerja umum bisa berinteraksi langsung dengan perusahaan, memperoleh informasi lowongan kerja. Termasuk melakukan proses lamaran dan wawancara langsung,” ujarnya.
Memperluas akses, bukan sekadar buka lowongan
Penyediaan 12 ribu lowongan kerja menjadi salah satu instrumen Pemprov DKI untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh banyaknya posisi yang ditawarkan.
Akses terhadap informasi, kesesuaian kualifikasi, dan kemampuan pencari kerja memenuhi persyaratan perusahaan turut menentukan peluang seseorang memperoleh pekerjaan.
Karena itu, Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 tidak hanya berorientasi pada penyediaan informasi lowongan. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi pencari kerja agar lebih siap bersaing di pasar tenaga kerja.
Di sisi lain, kegiatan tersebut diharapkan mendorong tenaga kerja muda untuk menjadi lebih aktif dan mandiri. Semangat ini sejalan dengan program Tenaga Kerja Mandiri yang membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan produktif dan tidak semata-mata bergantung pada lowongan pekerjaan formal.
Pemprov DKI juga memberikan perhatian kepada masyarakat miskin, kelompok rentan, dan penyandang disabilitas. Pendekatan tersebut penting agar kesempatan memperoleh pekerjaan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat yang memiliki akses informasi, pendidikan, dan keterampilan lebih baik.
Meski demikian, jumlah lowongan yang tersedia perlu dibedakan dari jumlah orang yang akhirnya diterima bekerja. Untuk mengukur dampak program secara utuh, diperlukan data lanjutan mengenai jumlah pelamar, proses seleksi, penempatan tenaga kerja, serta kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi pencari kerja.
Pengangguran masih jadi pekerjaan rumah
Upaya memperluas kesempatan kerja tersebut berlangsung ketika angka pengangguran di Jakarta masih membutuhkan perhatian.
Berdasarkan data yang disampaikan Syaripudin, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta turun dari 6,03 persen pada Februari 2026 menjadi 5,79 persen pada Mei 2026. Penurunan sebesar 0,24 poin persentase itu menunjukkan perbaikan kondisi ketenagakerjaan dalam periode tersebut.
Namun, penurunan persentase belum berarti persoalan pengangguran telah terselesaikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang dikutip dalam keterangan tersebut masih mencatat 323,66 ribu orang menganggur.
TPT sendiri merupakan indikator yang menunjukkan persentase penganggur terhadap jumlah angkatan kerja. Karena menggunakan angkatan kerja sebagai pembanding, perubahan TPT tidak selalu sejalan dengan perubahan jumlah penganggur secara langsung.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa Jakarta masih membutuhkan kebijakan yang mampu mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja.
Bursa kerja menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan kedua pihak tersebut. Akan tetapi, dampaknya terhadap pengurangan pengangguran perlu dilihat dari hasil penempatan tenaga kerja, bukan hanya jumlah perusahaan peserta atau lowongan yang diumumkan.
Jakarta Bekerja dan penguatan kompetensi
Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 merupakan bagian dari program Jakarta Bekerja, yang masuk dalam kebijakan pembangunan ketenagakerjaan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2025–2029.
Melalui program tersebut, Pemprov DKI berupaya memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat layanan ketenagakerjaan bagi masyarakat. Penyelenggaraan bursa kerja menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, sedangkan pelatihan dan pendampingan diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.
Selain Job Fair, Dinas Nakertransgi DKI Jakarta menjalankan program pelatihan kerja berbasis kompetensi, pembentukan tenaga kerja mandiri, serta program magang bagi lulusan SMA dan SMK.
Pelatihan berbasis kompetensi diarahkan untuk meningkatkan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sementara itu, program magang memberikan kesempatan kepada lulusan sekolah menengah untuk mengenal lingkungan kerja dan memperoleh pengalaman praktis sebelum memasuki pasar tenaga kerja.
Adapun pembentukan tenaga kerja mandiri diharapkan mendorong masyarakat mengembangkan kemampuan produktif dan membuka peluang usaha. Dengan demikian, upaya penanganan pengangguran tidak hanya bertumpu pada perekrutan oleh perusahaan, tetapi juga mencakup peningkatan keterampilan dan pengembangan kemandirian ekonomi.
Syaripudin mengungkapkan, berbagai program tersebut diharapkan membantu warga Jakarta memperoleh pekerjaan yang layak, baik di dalam maupun luar negeri.
“Berbagai program itu diharapkan bisa mendukung warga DKI Jakarta memperoleh pekerjaan yang layak, baik di dalam maupun luar negeri. Sehingga mampu mendorong penurunan angka pengangguran, peningkatan produktivitas daerah, termasuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucapnya.
Dengan target 12 ribu lowongan kerja, Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 merupakan salah satu upaya Pemprov DKI dalam memperluas akses masyarakat terhadap pasar kerja. Tantangan berikutnya, memastikan kesempatan tersebut bisa diakses secara merata dan menghasilkan penempatan tenaga kerja yang nyata.
Seiring masih banyaknya penganggur, keberhasilan Jakarta Bekerja pada akhirnya perlu dinilai dari kemampuannya membantu warga memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan kompetensi, dan mempertahankan keberlanjutan pekerjaan mereka.