KabarJakarta.com - Fraksi PKS di DPRD DKI Jakarta menyoroti kasus penganiayaan yang dilakukan anggota pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) terhadap pacarnya yang juga merupakan anggota PPSU. Berkaca dari peristiwa ini, PKS meminta Pemprov DKI harus memberikan pembinaan mental kepada anggota PPSU dan Petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
“Agar dilakukan pembinaan, khususnya pada aspek mental dan spiritual bagi anggota PPSU dan PJLP, tentunya juga meningkatkan kesejahteraannya,” kata anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Israyani, Jumat (12/8/2022).
Sebab, lanjut dia meyakini, banyak kasus serupa yang terjadi di lingkungan pekerja PPSU yang belum terungkap.
“Belum lagi akibat beban biaya hidup yang besar membuat banyak pekerja PPSU terjerat pinjaman online,” ujarnya.
Israyani menyebut penghasilan pekerja PPSU dan PJLP saat ini tidak cukup besar, sedangkan beban pekerja yang diterimanya cukup besar. Bahkan, tak jarang di antara mereka mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi.
Dia berpendapat, pembinaan mental dan spiritual sangat penting untuk penguatan rohani dan kesehatan mental para PPSU dan PJLP dalam menjalankan tugasnya dan menjalani kehidupan, sehingga tidak terjerumus pada perilaku yang menyimpang.
Bagaimanapun, kata dia, para pekerja PPSU tersebut juga manusia yang memerlukan pembinaan dan sentuhan hati agar mereka merasa dihargai sebagai manusia dan pekerja,
Dalam pelaksanaan pembinaan mental dan spiritual ini, Israyani mengusulkan kepada Pemprov DKI menggandeng lembaga termasuk masjid, majelis taklim, dan sejenisnya. Pembinaan mental dan spiritual ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan produktivitasnya dengan membuat mereka lebih bahagia.
Untuk itu, dia berharap Pemprov DKI tidak ragu memberikan alokasi anggaran untuk pembinaan mental dan spiritual bagi para PPSU dan PJLP ini.
“Tidak perlu dengan kegiatan yang memerlukan biaya besar atau jalan-jalan ke luar kota. Cukup dengan kegiatan pembinaan rohani di lingkungan kerja mereka, motivasi pagi dan penyediaan konseling atau psikolog bagi PPSU dan PJLP yang ingin berkonsultasi masalah pribadinya,” ucapnya.
Petugas PPSU Jaksel Lindas Pacar
Diberitakan sebelumnya, seorang pekerja PPSU di Kelurahan Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), berinisial Z, ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap pacarnya berinisial E. Z menganiaya pacarnya dengan cara melindas dengan menggunakan sepeda motor karena cemburu.
“Dia (Z) cemburu dibandingkan dengan mantan pacar kekasihnya,” kata Kapolsek Mampang Kompol Supriadi, Rabu (10/8).
Namun, Supriadi tidak menjelaskan detail hal apa yang dibanding-bandingkan oleh korban.
“Dibanding-bandingkan saja, mungkin soal kebaikan. Korbannya tidak menjelaskan detail,” jelasnya.
Dari tayangan video yang viral, terlihat Z yang mengenakan pakaian PPSU sedang menganiaya pacarnya, E. Pelaku menendang dan menjambak korban.
Setelah itu pelaku menaiki sepeda moitornya dan menggilas korban. Korban yang ditabrak terjungkal ke belakang.
Lurah Bangka Firdaus Aulawy membenarkan kejadian itu. Firdaus menyebutkan kejadian itu terjadi di Jalan Kemang VI, Senin (8/8) siang.
“Benar, di Jalan Kemang Dalam. Lokasi tepatnya di Jalan Kemang VI RT 3 RW 3. Kejadian kemarin sekitar pukul 12.30 WIB,” kata Firdaus, Selasa (9/8).