KabarJakarta.com -- Pemprov DKI Jakarta sepertinya masih berusaha memasukkan anggaran program sumur resapan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 20202. Alasannya, sumur resapan merupakan program prioritas Pemprov DKI Jakarta.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Marullah mengatakan hal itu saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta yang membahas soal hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Raperda APBD Tahun 2022.
“Pemprov DKI anggarkan secara konsisten program kegiatan sub kegiatan yang target kinerjanya menjadi prioritas sebagaimana tercantum dalam RPJMD, KUA-PPAS, dan RAPBD 2022,” kata Marullah, Kamis (13/1/2022).
Ia pun berharap DPRD DKI Jakarta mempertimbangkan rekomendasi Kemendagri untuk memasukkan kembali anggaran sumur resapan.
“Untuk itu kami mohon pada kesempatan pembahasan hasil evaluasi Kemendagri hari ini dapat juga dipertimbangkan untuk memasukkan kembali PASK yang ada dalam RKPD, RPJMD, kemudian di RKPD yang kemudian diprioritaskan daerah, antara lain kegiatan pembangunan sumur resapan (sures),” ucap Marullah.
Sebagaimana diketahui, DPRD DKI Jakarta telah menghapus anggaran untuk membangun sumur resapan dalam APBD tahun 2022. Salah satu pertimbangan menghapus anggaran tersebut adalah terkait efektivitas mengatasi banjir.
“Dinolkan dari forum Banggar kemarin,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Nova Harian, Sabtu (15/1/2022).
Nova menjelaskan, dalam rapat RAPBD 2021 tingkat Komisi, DPRD DKI memangkas anggaran proyek sumur resapan dari Rp322 miliar menjadi Rp120 miliar. Namun, di tingkat Banggar DPRD DKI Jakarta, alokasi dana tersebut dicoret.
“Kalau di Komisi kita hanya mengurangi menjadi Rp120 miliar. Kalau di Banggar besar, kesepakatan terakhir akhirnya dinolkan,” jelasnya. (Edward)