KabarJakarta.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk akibat meluasnya penularan Covid-19 varian Omicron.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi pemerintah pusat dalam menyikapi perkembangan kasus varian Omicron.
“Kami semua kepala daerah termasuk Jakarta selalu berkoordinasi menyikapi perkembangan sehari-hari varian Omicron, vaksin,” kata Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/1/2022).
Kata Riza lagi, Pemprov DKI telah belajar dari lonjakan kasus Covid-19 pada Juli 2021 dalam menyiapkan fasilitas perawatan pasien.
Ia memastikan, seluruh tenaga kesehatan di Ibu Kota dalam posisi standby, dan akan bekerja secara all out, dan pastinya menyiapkan fasilitas.
Selain itu, Pemprov DKI Juga akan menyiapkan pemberian dosis penguat (booster) dan percepatan vaksinasi Covid-19 yang hingga kini terus berjalan.
“Fasilitas kesejatan, seperti tempat vaksinasi di Jakarta ada di 326 rumah sakit dan Puskesmas. Sedangkan kemampuan vaksinatornya atau bisa menyuntik yaitu 10.000 per hari.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Minggu (9/1), kasus Covid-19 di Ibu Kota mencapai 867.302.
Kasus kumulatif tersebut dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kasus aktif sebesar 1.874, kasus sembuh 851.839, dan kasus meninggal dunia mencapai 13.589.
Sementara, DKI Jakarta mencatat penularan virus corona varian Omicron terus meluas, baik kasus impor maupun transmisi lokal. Total kasus per 9 Januari 2022 adalah 407 kasus, terdiri dari 350 kasus impor dan 57 kasus transmisi lokal.