Langsung ke konten
News

Peneliti Jokowi Sebut Jagoan JK Berpotensi Jadi Menteri

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Beberapa hari terakhir nama-nama calon menteri periode 2019-2024 kian menguat.

Publik pun bertanya-tanya, siapa saja menteri yang akan diumumkan presiden Jokowi, di periode kedua jelang pelantikan 20 Oktober 2019.

Sebelumnya, di dalam berita yang dimuat media lokal Makassar beberapa saat lalu. Ada tiga nama yang diramalkan menjadi calon menteri asal Sulawesi Selatan.

Ketiganya disebut-sebut dijagokan oleh Jusuf Kalla (JK) mereka ialah Menpan RB, Syafruddin, Rektor Unhas Dwia Ariestina dan Aktifis Milenial, Arief Rosyid.

Peneliti gaya kepemimpinan politik yang selama ini fokus meneliti Jokowi, Andi Zulkarnain menilai, ketiga nama tesebut cukup bisa diterima oleh Jokowi sebab sesuai dengan karakternya.

Selain itu, mereka dianggap mumpuni untuk mewakili unsur perempuan, milenial dan sosok berpengalaman di pemerintahan mendatang.

"Dalam politik bukan saja butuh kapasitas tapi juga integritas dan loyalitas. Selama ini, hal itu merupakan kata kunci Jokowi memilih menterinya, dan tiga orang ini cocok," ujar Zulkarnain yang meneliti kepemimpinan Jokowi selama empat tahun.

Zulkarnain menjelaskan, sosok Syafruddin dianggap berpengalaman dan loyalitasnya teruji saat bersama JK sebagai ajudan wapres. Serta saat mendampingi presiden Jokowi sebagai Menpan RB.

"Hampir tidak ada polemik yang dibuat mantan Wakapolri itu," kata pembicara simposium Jokowi 1 & 2 ini. 

Selanjutnya, Zulkarnain menambahkan, kapasitas Dwia sebagai ketua Ikatan Sosiolog Indonesia (ISI) serta keberhasilan menakhodai kampus terbesar di Indonesia Timur, merupakan nilai plus bagi perempuan asal Gorontalo itu.

"Keterwakilan perempuan cerdas, dan wakil Indonesia Timur selama ini, sangat diperhatikan Jokowi. Hal itu memang penting di kabinet mendatang, Dwia pas untuk syarat tersebut," tegas Zulkarnain.

Terakhir, nama Arif Rosyid selama ini dianggapnya mewakili sosok milenial yang memiliki leadership kuat. 

Zulkarnain yang mendalami kajian gaya kepemimpinan, beberapa tokoh politik ini menyebut, Arief Rosyid telah lama dipersiapkan oleh JK sebagai anak muda yang punya kemampuan memimpin.

Pemilihan Arief menjadi PLT Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) dimana JK sebagai ketua umumnya, menunjukkan ia sangat percaya pada mantan Ketum PB HMI tersebut.

Arief sambungnya, sosok yang sudah merasakan langsung pengaderan JK. 

"Jabatan PLT Sekjen kepadanya sebagai ruang kaderisasi bagi Arief untuk mengelola organisasi yang mengurusi ribuan masjid," tukas alumni magister Ilmu Politik Universitas Nasional ini.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua