KabarJakarta.com - Setelah pelantikan presiden dan wakil presiden usai. Presiden Jokowi pun memastikan akan mengumumkan nama menteri untuk menggenapi pemerintahannya, pada Senin pagi (21/10).
Pengamat politik, Andi Zulkarnain menjelaskan Erick Tohir menjadi sosok yang akan membantu Jokowi di Kabinet Kerja jilid II. Selain memiliki koneksi yang luas di dunia internasional, hal terpenting menurut Zulkarnain, ialah Jokowi merasa nyaman dengan sosok Erick.
“Rekam jejak Erick saya kira disukai oleh presiden Jokowi. Selain Erick ‘bersih’ dia juga berpengalaman mengelola perusahaan multinasional sehingga dia tahu bagaimana menghadapi kondisi ekonomi global,” jelas dosen Ilmu Politik UKI Jakarta ini
Zulkarnain menambahkan pengalaman Erick dibutuhkan Jokowi untuk membawa perusahaan pelat merah bergerak maju di era revolusi dgiital 4.0. Selain dibutuhkan pengalaman, ratusan perusahaan Negara kini butuh kecepatan dan keluwesan seroang anak muda untuk dapat bersaing dengan perusahaan seperti Temasek milik Singapura, Hyundai di Korea Selatan, dan lainnya.
“Jokowi mencari sosok anak muda yang bisa cepat mengambil keputusan dan mau bekerja,” tegasnya.
Mengenai anggapan akan terjadi konflik kepentingan jika Erick menjadi Menteri BUMN. Zulkarnain yang meneliti gaya kepemimpinan Jokowi selama empat tahun menjelaskan, Erick punya kapasitas dan integritas yang tinggi.
Hal itu terlihat sejak dia menjadi Ketua Pelaksana Asian Games hingga terpilih selaku ketua TKN Jokowi-Ma’ruf.
“Saya meneliti Jokowi untuk tesis dan salah satu hasilnya menjelaskan bahwa Jokowi sangat selektif memilih tim. Keterpilihan Erick sebagai ketua TKN mengonfirmasi bahwa Jokowi sangat nyaman dengan kerja-kerja Erick,” ujar peraih gelar magister dari Universitas Nasional itu.
Ditanya soal statemen Erick yang tidak ingin masuk kabinet beberapa waktu lalu, Zulkarnain pun menjelaskan bahwa bisa saja permintaan menjadi menteri datang dari Jokowi langsung.
“Jika Jokowi senang maka dia akan kukuh mempertahankan orang tersebut,” tukas alumni Fakultas Ekonomi Unhas ini.
Sebelumnya, beberapa hari terakhir dari unsur anak muda telah beredar nama Erick Tohir yang disebut-sebut akan mengisi pos Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Erick adalah mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi pada pilpres lalu.
Pendiri Mahaka Group itu dianggap kompeten untuk mengisi kursi BUMN sebab berpengalaman dan memiliki koneksi yang amat luas di dunia usaha. Erick menciptakan optimisme baru di negeri ini ketika membeli klub sepakbola papan atas, Inter Milan.
Orang Indonesia juga bisa menjadi elit klub di Eropa, bukan hanya sekedar fans setia.
Ditanya tentang figur yang cocok untuk menko perekonomian.
Zulkarnain menilai bahwa Sri Mulyani pantas di posisi tersebut karena kemampuan konseptual, pengalaman sebagai teknokrat di dua rezim (SBY, Jokowi periode I) serta kecakapannya berkomunikasi secara baik dengan parlemen.
Di tahun 2008, Sri sudah punya pengalaman menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Menko Perekonomian Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia
Ketika terjadi krisis ekonomi global, Sri Mulyani mampu "meracik" kebijakan yang menyelamatkan Indonesia. Sri juga berhasil melakukan reformasi di kementerian keuangan.
Selanjutnya, penghargaan internasional sebagai menteri keuangan terbaik dunia menjadi bukti kapasitas Sri yang diatas rata-rata.
"Ketika Jokowi ingin membawa garuda terbang jauh, maka otomatis dia membutuhkan pembantu yang telah teruji di dunia internasional. Untuk konteks ekonomi, Erick Thohir dan Sri Mulyani sangat dibutuhkan Jokowi," tutupnya.