Langsung ke konten
News

Pengeroyok Ade Armando Bukan Mahasiswa, Polisi Ungkap Identitas 4 Pelaku

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Polda Metro Jaya telah mengantongi identitas terduga pelaku yang mengeroyok dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022). Ade dikeroyok sejumlah orang saat memantau aksi demonstrasi mahasiswa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengantongi empat terduga pelaku pengeroyokan yang sudah teridentifikasi oleh penyidik.

“Pertama atas nama Dhia Ul Haq, alamat Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kedua bernama Ade Purnama, alamat Kampung Cijulang, Cisarua, Bogor,” kata Endra Zulpan dalam keterangannya, Senin (11/4/2022).

Terduga pelaku lainnya yakni bernama Abdul Latip, warga Sukabumi, Jawa Barat, dan terakhir bernama Try Setia Budi Purwanto, warga Lampung.

“Itu adalah orang-orang yang sudah kami identifikasi sebagai pelaku pemukulan terhadap Ade Armando,” ungkapnya.

Ada provokator

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan ada oknum-oknum yang memanfaatkan aksi demonstrasi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia untuk berbuat rusuh.

“Kami sangat sayangkan ada sekelompok yang memancing di air keruh, yang tujuannya bukan untuk menyampaikan pendapat, tapi niatnya ingin membuat kerusuhan,” kata Fadil Imran dalam konferensi pers, Senin (11/4) malam.

Dia menjelaskan, setelah massa BEM membubarkan diri, ada sekelompok orang yang berbuat rusuh. Orang-orang itu kemudian mengeroyok Ade Armandi hingga babak belur. Fadil memastikan, pengeroyok Ade Armando bukan mahasiswa.

“Setelah aspirasinya diterima, mahasiswa membubarkan diri. Ada sekelompok massa dan kami sudah mengidentifikasi melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap saudara Ade Armando,” ungkap Fadil.

Polisi kemudian mengevakuasi Ade Armando, namun, sejumlah anggota Polri malah diserang hingga terluka.

“Pada saat anggota kami melakukan evakuasi terhadap saudara Ade Armando, massa non mahasiswa bertambah beringas menyerang anggota, sehingga enam anggota kami yang melakukan evakuasi terluka,” tuturnya.

Fadil mengultimatum para pengeroyok Ade Armando menyerahkan diri. “Kami akan mengumumkan identitas pelaku jika tidak menyerahkan diri dan akan lakukan penangkapan,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua