Langsung ke konten
News

Penyebaran Varian Omicron Meningkat, Anies Minta Pemerintah Pusat Perketat Pint Masuk ke Jakarta

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada warganya waspada dengan penyebaran varian baru Covid-19, Omcron. Hal ini seiring dengan temuan kasus varian Omicron di Indonesia yang terus bertambah.

Untuk diketahui, saat ini jumlah kasus yang terpapar varian Omicron sebanyak 46 orang. Jumlah ini meningkat setelah ada temuan 27 kasus Covid-19 baru yang teridentifikasi merupakan varian Omicron.

“Soal Omicron ini kita harus hati-hati, karena angkanya sudah mulai naik. Ada 27 kasus baru,” ucap Anies Baswedan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Ia menyebut, mayoritas pasien yang terkonfirmasi Omicron merupakan warga yang pulang ke Tanah Air usai melakukan perjalanan dari luar negeri.

Ia pun meminta pemerintah pusat untuk memperketat akses masuk dari luar negeri, baik untuk warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA).

“Pengawasan secara ketat perlu dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya virus Omicron,” ujarnya.

“Terlebih varian Omicron ini disebut-sebut lebih cepat menginfeksi seseorang dibandingkan dengan varian Covid-19 yang pertama ditemukan di Wuhan, China,” tambah Anies

Jumlah kasus varian Omicron

Temuan kasus varian Omicron di Indonesia berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) hingga 25 Desember 2021 tercatat totalnya 46 orang.

Mayoritas temuan kasus ini merupakan imported cases dari WNI yang baru pulang dari Malaysia, Kenya, Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, Malawi, Spanyol, Inggris, dan Turki, serta Nigeria.

Kasus pertama varian Omicron di Indonesia terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap seorang petugas kebersihan di Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Kian hari penyebarannya semakin masif, bahkan mencapai dua kali lipat hanya dalam kurun waktu 11 hari terakhir.

Tercatat, hingga 26 Desember 2021, ada 400 pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi maupun dirawat intensif di rumah sakit. Angka ini meningkat drastis, di mana pada 15 Desember 2021 lalu kasus aktif Covid-19 di Jakarta hanya berada di angka 217 kasus.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua