KabarJakarta.com--Derap pertumbuhan industri pasar modal Indonesia dinilai masih bergantung pada perusahaan berbasis aset. Hal itu diproyeksi bisa membuat industri kreatif yang nir aset sulit berpartisipasi untuk memajukan pasar modal tanah air.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan potensi pengembangan sektor pasar modal masih sangat besar. Bahkan jika dilihat, rasio antara kapitalisasi pasar dengan produk domestik bruto (PDB) Indonesia masih berada diangka 50%. Hal itu menunjukkan masih besarnya ruang untuk pengembangan pasar modal.
Bandingkan dengan salah satu negara tetangga, Singapura yang rasio kapitalisasi pasar dengan PDB-nya sudah mencapai 188,7% atau Malaysia yang rasionya sudah berada diangka 113% terhadap PDB di 2018.
Oleh karena itu perlu strategi jitu dari regulator untuk dapat mengerek kapitalisasi pasar di tanah air agar dapat sejajar dengan negara lain. Hadirnya industri finansial teknologi (fintek) sebenarnya bisa dijadikan amunisi untuk menjadikan pasar modal lebih kuat lagi.
Namun sayangnya, perusahaan-perusahaan tersebut tidak menggunakan acuan aset riil sebagai valuasinya. Padahal lihat saja Gojek yang sudah menyandang status sebagai decacorn kemudian beberapa unicorn seperti Traveloka, Bukalapak dan juga Tokopedia memiliki valuasi diatas miliaran dolar AS, tetapi masih belum menjejakkan kakinya di lantai perdagangan Bursa Efek.
“Jika kita masih terpaku pada aset, jangan sampai akhirnya lari ke bursa Hongkong atau negara lainnya,” katanya saat acara The Best Issuer Award 2019 di Jakarta, Kamis (29/9).
Nah salah satu langkah yang juga berdampak terhadap kemajuan pasar modal Indonesia adalah pemberian apresiasi kepada perusahaan tercatat. Dalam gelaran pertamanya, ThinknovateComm bekerjasama dengan Pikiran Rakyat memberikan apresiasi terhadap 59 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui The Best Issuer Award 2019.
Sekitar 498 perusahaan masuk dalam peniliaian penghargaan. Kemudian setiap perusahaan bakal dikelompokkan ke dalam 9 sektor berdasarkan sektor industrinya. Beberapa perusahaan yang berhasil menggondol penghargaan adalah PT Bank Central Asia Tbk sebagai peringkat pertama Top 20 Highes Market Capitalization.
Kemudian ada PT Lippo Karawaci Tbk dan PT Ciputra Development Tbk yang menggondol penghargaan sebagai The Best Issuer 2019 di sektor properti.
Sementara itu, Direktur Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi menambahkan melalui penganugerahan ini diharapkan dapat memacu emiten untuk dalam meningkatkan kinerjanya.