KabarJakarta.com - Sebagai provinsi yang notabenenya sampai saat ini menyandang status Ibu Kota Negara, DKI Jakarta tidak luput dari permasalahan pengangguran dan ancaman gizi buruk bagi anak-anak.
Meski masuk dalam kategori kita metropolitan, ternyata tingkat pengangguran di Jakarta tergolong tinggi. Dan ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diatasi oleh Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono selama dua tahun ke depan.
Khususnya di Jakarta Pusat, tingginya jumlah angka pengangguran terungkap saat kunjungan reses anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat Desie Chrystiana Sari.
Dia berharap dibukanya keran pengaduan bagi masyarakat tidak hanya menjawab persoalan pertanahan saja, tapi juga persoalan ketersediaan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat Jakarta.
“Masalah di Jakarta tidak hanya persoalan pertanahan saja, banyak. Di antaranya jumlah penganguran yang tinggi dan ancaman menderita gizi buruk pada anak,” kata Desie kepada KabarJakarta.com, Jumat (28/10/2022).
Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta ini berpendapat, untuk mengatasi persoalan pengangguran di Jakarta, idealnya Pemprov DKI mengambil peran dengan cara melakukan komunikasi pada instansi atau perusahaan yang berada di wilayahnya.
“Mudahan-mudahan dengan cara seperti ini akan menjadi salah satu solusi mengatasi persoalan pengangguran,” ujarnya.
Dipicu ekonomi masyarakat yang minim, lanjut Desie, maka muncul persoalan gizi buruk, khususnya terhadap anak-anak.
Ketua Fraksi Demokrat di DPRD DKI ini berharap agar Pemprov DKI menyediakan fasilitas ambulan di tiap kelurahan. Dengan begitu masyarakat akan mendapatkan kemudahan untuk mengaskes fasilitas-fasilitas kesehatan tersebut di saat mengalami musibah.
“Karena selama ini masyarakat harus membayar biaya ambulan di saat ingin mengantarkan keluarganya ke rumah sakit atau mengantarkan jenazah keluarganya ke pemakaman,” ungkap Desie.