Langsung ke konten
News

Petinggi Formula E Turun Tangan Soal Kisruh Pembayaran Commitmen Fee

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Chief Championship Officer sekaligus Co-founder Formula E, Alberto Longo terpaksa ikut angkat bicara mengenai kesimpangsiuran pembayaran commitment fee (uang panjar) Formula E oleh Pemprov DKI Jakarta.

Longo menjelaskan, bahwa Pemprov DKI tidak membayar commitment fee lebih mahal daripada kota-kota di negara lain di dunia sebagaimana tudingan sejumlah pihak yang bergulir selama ini.

“Saya bisa yakinkan Jakarta tidak membayar lebih dari yang dibayarkan kota-kota lain,” ucap Longo.

Walau mengaku DKI Jakarta tidak membayar lebih mahal commitment fee, namun Longo enggan memberitahu besaran uang yang dibayarkan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Namun, ia tidak bahwa ajang balap mobil listrik ini termasuk acara dengan biaya yang mahal.

“Kita paham Formula E adalah kejuaraan dunia dan ini harganya sangat mahal. Jadi untuk satu balapan satu hari, itu biayanya US$25 juta,” terangnya.

Meski demikian, Longo pun meyakinkan kalau nantinya akan banyak investasi yang akan datang ke Jakarta setelah menyelenggarakan balapan ini. Sehingga, ia mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan Formula E.

“Pada intinya nanti investasinya akan kembali lagi ke negara dan kami mengundangkan partisipasi dari Anda semua untuk menyukseskan acara ini,” pinta Longo.

Sebagai informasi, kabar menyebutkan, Pemprov DKI telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp560 miliar untuk membayar biaya commitment fee untuk acara selama tiga tahun ke depan.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua