KabarJakarta.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyinggung soal rencana penjualan saham produsen Anker Bir, PT Delta Djakarta Tbk, apabila jabatannya dan Gubernur DKI Anies Baswedan berakhir pada Oktober 2022 mendatang. Kata dia, proses penjualan saham menjadi kewenangan Pejabat (Pj) Gubernur untuk melanjutkan atau tidak.
Riza menjelaskan penjualan saham PT Delta Djakarta merupakan janji kampanye Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilgub DKI 2017 lalu, dan prosesnya hingga kini belum berakhir.
Seperti diketahui, Riza Patria dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta karena kursi orang nomor dua di Jakarta tersebut kosong ditinggal Sandiaga Uno yang mencalonkan diri bersama Prabowo Subianto sebagai pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2019 lalu.
“Itu kan tadi janji kampanye Pak Anies-Sandi. Kalau sudah selesai, ya kewenangannya bukan lagi di Gubernur dan Wakil Gubernur sekarang, tapi di Pj berikutnya, dan itu kita kembalikan. Itu kewenangan Pj berikutnya. Apakah dianggap ini sesuatu yang baik oleh Pj,” kata Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.
Dia mempersilakan Pj Gubernur berkomunikasi dengan DPRD DKI Jakarta jika ingin melanjutkan proses penjualan saham Anker Bir itu. Riza menjamin tak akan mengintervensi segala mekanismenya.
“Silakan kalau mau berkomunikasi dengan DPRD DKI, kita tidak akan intervensi. Yang penting janji kampanye Pak Anies-Sandi saat kampanye sudah diproses, tapi sampai sekarang prosesnya belum berakhir,” ujarnya.
Riza mengatakan Pemprov DKI masih terus berkomunikasi dengan DPRD DKI mengenai keinginan menjual saham produsen bir tersebut, namun hingga kini DPRD DKI tak kunjung memberikan persetujuan kepada Pemprov DKI untuk melakukan divestasi.
Sebagai informasi, di tahun ini Pemprov DKI mendapat dividen dari PT Delta Djakarta senilai Rp60 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Pembagian dividen ini dilakukan di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah diselenggarakan.
Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap berniat menjual saham di PT Delta Djakarta. Hal ini sudah berproses sejak beberapa tahun lalu.
Pemprov DKI telah empat kali bersurat ke DPRD DKI Jakarta terkait penjualan saham bir di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), terakhir pada 4 Maret 2021.