Langsung ke konten
News

PKL di Kawasan Kota Tua Diultimatum, Harus Pindah ke Lokasi Binaan

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, masih berjualan di luar lokasi binaan (lokbin) yang telah disediakan. Pemprov DKI Jakarta tengah mengupayakan pendekatan persuasif dengan para PKL.

“Kalau Lokbin Kota Intan kita sudah siapkan untuk menerima mereka. Tapi sampai sekarang masih ada oknum atau segelintir pedagang yang masih melakukan penolakan,” kata Kasudin Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPUKM) Jakarta Barat, Iqbal Idham, Senin (26/9/2022).

Menanggapi penolakan itu, Iqbal menyebutkan, pihaknya berupaya melakukan pendekatan-pendekatan, sosialisasi, dan cara-cara lainnya untuk mengajak para PKL tersebut bersedia menempati lokasi berjualan yang telah disediakan atau yang disebut zona hijau.

Iqbal menyatakan, pihaknya lebih mengedepankan diskusi persuasif untuk mencari solusi daripada melakukan pelarangan hingga penggusuran PKL. Dia menyebut penataan para PKL perlu adanya kesadaran bersama.

“Kita membuat dimana titik temunya supaya sama-sama sepakat membangun dan mendukung kawasan Kota Tua," jelas Iqbal.

Kata dia, Sudin PPUKM Jakbar tidak memaksakan para PKL untuk berjualan di Lokbin Kota Intan. Dia menyebut mereka bebas memilih tempat lokasi binaan yang disediakan.

“Kita diskusikan terus bagaimana caranya biar mereka mau menempati lokasi-lokasi yang sudah disediakan. Tidak harus di Lokbin Kota Intan, bisa juga di Gedung Kementerian, Gedung Kali Besar, dan lain-lain,” tuturnya.

Lokbin Kota Intan Sepi Pembeli

Soal alasan para PKL menolak berjualan di Lokbin Kota Intan karena sepi pembeli, Iqbal membenarkan bahwa para pedagang sudah pernah ‘survei’ ke lokasi tersebut, tapi pada tahun 2018.

“Saat itu tahun 2018. Menurut mereka (PKL) Lokbin Kota Intan sepi pengunjung,” ungkap Iqbal.

Dijelaskannya, sepinya Lokbin Kota Intan pada 2018 karena saat itu belum ada alur lintasan yang mesti melewati lokbin tersebut.

“Jadi, dengan kondisi sekarang sudah sangat berbeda. Dulu memang Lokbin Kota Intan belum di-support atau didukung dari sistem. Artinya, belum menjadi lintasan,” terangnya.

“Tahun 2022 ini sebenarnya seluruh parkir di kawasan wisata Kota Tua, semuanya masuk ke Lokbin Kota Intan. Kita telah menyiapkan Lokbin Kota Intan sebagai pintu masuk atau gerbang ke Kota Tua,” lanjut Iqbal menjelaskan.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua