Langsung ke konten
News

Polisi Hentikan Penyidikan Kecelakaan Maut yang Tewaskan Kader PSI

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Polisi menghentikan penyidikan kasus kecelakaan tunggal di kawasan Senen, Jakarta Pusat, yang menewaskan AKP Novandi Arya Kharizma dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Fatimah.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya telah melakukan gelar perkara dan menetapkan pengemudi kendaraan pada kecelakaan maut tersebut, yakni Fatimah sebagai tersangka.

“Ini kecelakaan lalu lintas tunggal, kemudian pengemudinya adalah saudari F menyebabkan korban saudara NAK, maka si pengemudi saudari F ini dijadikan sebagai tersangka,” kata Sambodo di Jakarta, Rabu (9/2/2022).

Namun, ungkap Sambodo, karena pengemudi turut meninggal dunia, maka Polda Metro Jaya menghentikan penyidikan kasus kecelakaan tersebut.

Selanjutnya, sebut Sambodo, penyidik akan segera menerbitkan surat perintah penghentian penyelidikan (SP3) atas kasus kecelakaan maut

“Karena tersangka saudari F ini meninggal dunia, maka kemudian penyidik menghentikan penyidikan terhadap kecelakaan lalu lintas tersebut dan kemudian penyidik menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan,” terangnya.

Sambodo menjelaskan, Fatimah diketahui sebagai pengemudi kendaraan tersebut berdasarkan keterangan saksi.

Kesimpulan tersebut diperkuat dengan alat bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara, yakni sepatu wanita, tas wanita, dan lipstik yang berada di bawah kursi sebelah kanan atau jok pengemudi.

Sebelumnya diberitakan, Putra Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, AKP Novandi Arya Kharizma dan kader PSI Fatimah tewas dalam kecelakaan tunggal di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Senin (7/2/2022) pukul 00.30 WIB.

Peristiwa kecelakaan bermula saat mobil Camry yang ditumpangi Novandi dan Fatimah melaju dari arah selatan ke utara melalui Jalan Raya Pasar Senen. Sesampainya di seberang Terminal Bus Senen, kendaraan menabrak separator TransJakarta.

Kendaraan yang ditumpangi keduanya kemudian terbakar dan menghanguskan kedua jasad korban hingga menyulitkan proses identifikasi.

AKP Novandi Arya Kharisma Teridentifikasi Berdasarkan Data Gigi

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Metro Jaya Kombes Pol Didiet Setiobudi  lmengungkapkan, jenazah AKP Novandi Arya Kharizma bisa teridentifikasi berdasarkan data gigi atau odontogram.

“Kami mendapatkan data atau masukan yang bersangkutan adalah seorang yang kami punya data odontogramnya dan kita dapat memastikan yang bersangkutan dari data odontogramnya,” kata Didiet di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Dalam proses identifikasi tersebut, tim kepolisian juga turut melakukan pemeriksaan terhadap rekam medis dan DNA korban.

Dari informasi yang ada, tim forensik kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Timur untuk pencocokan data odontogram tersebut.

Dari hasil pencocokan data tersebut menunjukkan bahwa salah satu korban tewas pada kecelakaan tunggal itu yakni AKP Novandi Arya Kharizma.

“Data odontogram yang dapat kami perlihatkan ada beberapa bagian yang menentukan atau yang menunjukkan bahwa 100 persen yang bersangkutan bisa dipastikan bernama Novandi Arya Kharisma usia 31 tahun,” jelas Didiet.

Kader PSI Fatimah Teridentifikasi dari Cincin dan Luka Bekas Operasi

Sementara itu, jenazah Fatimah, kader PSI yang tewas bersama AKP Novandi Arya Kharizma, teridentifikasi berkat cincin dan luka bekas operasi.

Didiet Setiobudi membeberkan, pihaknya melakukan identifikasi jenazah Fatimah dengan memadukan data antemortem dan postmortem. Tim DVI mencocokkan properti yang masih menempel di tubuh korban dengan data rekam medis.

“Kita menegakkan diagnosanya dengan dua data antemortem dan postmortem yang match ya. Yaitu data properti dan data medical record,” katanya.

Didiet menyebut salah satu properti yang masih menempel di tubuh Fatimah kala itu adalah cincin. “Kita cocokkan data-data yang ada ternyata kita temukan ada data propertinya yang menempel pada tubuhnya misalkan cincin,” ungkapnya.

Selain itu, untuk rekam jejak medis, pihaknya mendapati adanya bekas operasi pada jenazah Fatimah sesuai dengan keterangan dari pihak keluarga.

“Medical record-nya itu adalah bekas operasi yang cocok antara yang diketahui oleh keluarganya dan Tim DVI kita,” terang Didiet. (Edward)

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua