Langsung ke konten
News

Polres Jaksel Bentuk Tim Antitawuran Antar Warga di Manggarai

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Polres Jakarta Selatan membentuk tim antitawuran antar warga di Manggarai, Kelurahan Tebet. Tim ini melibatkan masyarakat hingga ke level Rukun Warga (RW).

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary mengungkapkan rencana pembentukan tim itu saat bertemu dengan masyarakat di Manggarai, Selasa (4/10) malam, atau setelah dirinya dilantik oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di hari yang sama.

“Peristiwa tawuran antar warga menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian dari kami untuk memelihara Kamtibmas di wilayah Jakarta Selatan,” kata Ade Ary.

Dia mengaku telah diberi sejumlah bukti oleh camat setempat, yaitu video tawuran di underpass Manggarai yang terjadi beberapa waktu lalu. Polisi dan warga pun telah sepakat akan membentuk tim antitawuran di tiap RW.

“Kami berterima kasih muncul kesadaran dari Bapak dan Ibu sekalian, bahwa setiap RW akan dibentuk tim antitawuran, dan secara bersama-sama akan kita pantau,” kata Ade.

Usut Pelaku Tawuran

Selain, kata Ade, pihaknya juga akan mengusut para pelaku tawuran di underpass Manggarai. Pengusutan para pelaku dilakukan dari video tawuran yang telah dimiliki polisi.

Ade Ary menyatakan, pihaknya akan mengedepankan pendekatan secara persuasif kepada pelaku ketimbang represif. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan kesadaran pelaku untuk tidak kembali melakukan tawuran.

“Menurut saya perlu diidentifikasi pelakunya. Yang baju merah siapa, yang baju biru siapa, yang pegang kayu itu siapa. Kita sebarkan ke Ketua RT, kemudian kita identifikasi orang-orang itu. Tim antitawuran akan menyentugnya, juga dari Ketua RW,” tuturnya.

“Kita tidak hanya melakukan pencegahan, tetapi juga sentuh hatinya. Dan, kita juga akan menyampaikan niat baik kita ini,” jelas Ade Ary menambahkan.

Lokasi Rawan Tawuran Dipasang CCTV

Pada pertemuan itu sejumlah warga juga menyampaikan keluhan perihal keberadaan CCTV di lokasi yang minim. Warga beranggapan, CCTV sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi para pelaku yang kerap melakukan tawuran di underpass Manggarai.

Menanggapi itu, Ade berjanji akan segera melakukan upaya untuk pemasangan CCTV. Rekaman CCTV diharapkan mampu menjadi alat pemantau sekaligus pencegahan terjadinya tawuran di underpass Manggarai.

“Masalah CCTV, yang saya dengar Ibu Kapolsek sudah mengajukan. Nanti coba akselerasi lagi,” kata Ade.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua