KabarJakarta.com — Jakarta memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin kontingen ibu kota keluar sebagai juara umum dengan mengandalkan kelengkapan fasilitas olahraga, kualitas atlet, serta pembinaan yang dipersiapkan sejak dini.
Pramono optimistis target tersebut dapat tercapai. Jakarta memiliki sejumlah modal penting untuk bersaing dengan daerah lain dalam perhelatan olahraga nasional tersebut.
"Jakarta akan menjadi juara umum PON 2028. Pertama, fasilitas Jakarta paling lengkap. Kedua, atlet Jakarta juga paling lengkap. Ketiga, gubernurnya punya hobinya olahraga," ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Provinsi Akuatik Indonesia DKI Jakarta periode 2026–2030 di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/10).
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa Jakarta tidak sekadar ingin berpartisipasi, tetapi juga membidik posisi tertinggi dalam persaingan olahraga nasional. Namun, kelengkapan fasilitas dan potensi atlet perlu diikuti pembinaan yang terarah agar target tersebut dapat diwujudkan.
Pramono memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan dukungan penuh terhadap persiapan atlet dan pengembangan cabang olahraga menjelang PON 2028. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan kontingen sekaligus meningkatkan peluang Jakarta dalam mengumpulkan medali.
Akuatik jadi tumpuan perolehan medali
Dari sejumlah cabang olahraga yang akan dipersiapkan, akuatik menjadi salah satu andalan Jakarta. Harapan itu tidak lepas dari kontribusi cabang olahraga tersebut dalam menyumbangkan medali pada PON 2024.
Pramono menilai akuatik memiliki potensi besar untuk membantu Jakarta mencapai target juara umum. Karena itu, pembinaan atlet di cabang olahraga ini perlu diperkuat agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada kompetisi mendatang.
"Saya meyakini, akuatik jadi harapan utama untuk bisa meraih juara umum di PON yang akan datang," katanya.
Harapan tersebut menjadi tantangan bagi Akuatik Indonesia DKI Jakarta untuk menyiapkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional. Konsistensi latihan, peningkatan kemampuan, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing atlet.
Pelantikan pengurus periode 2026–2030 pun diharapkan menjadi momentum dalam memperkuat fondasi pembinaan tersebut. Kepengurusan baru tidak hanya dituntut menjaga prestasi yang sudah dicapai, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas atlet agar kontribusi akuatik terhadap perolehan medali Jakarta semakin besar.
Pemprov DKI Jakarta membuka ruang koordinasi bagi pengurus yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Pramono meminta jajaran Akuatik Indonesia DKI Jakarta menghubungkan kebutuhan pembinaan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga agar dukungan yang diperlukan dapat ditindaklanjuti.
"Seluruh jajaran pengurus yang dilantik, kalau ada apa-apa --yang perlu mendapatkan support Pemerintah DKI--, tolong dikoneksikan dengan Kadis Pemuda dan Olahraga. Saya siap berikan support sepenuhnya untuk itu," katanya.
Jakarta siap dukung penyelenggaraan PON
Selain memburu prestasi, Jakarta menyatakan kesiapan untuk mendukung penyelenggaraan PON 2028 bersama Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pramono menyebut Jakarta bersedia menjadi tuan rumah pertandingan cabang olahraga yang fasilitasnya belum tersedia atau belum memadai di kedua provinsi tersebut. Kesiapan itu membuka peluang pemanfaatan sarana olahraga yang telah dimiliki ibu kota untuk mendukung kelancaran kompetisi.
Penggunaan fasilitas yang sudah tersedia menjadi pilihan terbaik untuk menghindari pembangunan infrastruktur baru yang berisiko tidak dimanfaatkan secara optimal setelah ajang olahraga berakhir.
Pendekatan tersebut menempatkan pemanfaatan fasilitas sebagai salah satu pertimbangan dalam penyelenggaraan PON. Meski demikian, pelaksanaannya tetap memerlukan koordinasi antardaerah agar kebutuhan pertandingan, kesiapan sarana, dan pengaturan penyelenggaraan dapat berjalan sesuai rencana.
Bagi Jakarta, persiapan menuju PON 2028 pada akhirnya mencakup 2 (dua) kepentingan sekaligus: meningkatkan prestasi atlet dan berkontribusi terhadap penyelenggaraan pesta olahraga nasional.
Pramono berharap, dukungan pemerintah, kesiapan fasilitas, serta penguatan pembinaan atlet dapat berjalan beriringan. Dengan akuatik sebagai salah satu tumpuan perolehan medali, Jakarta membidik hasil terbaik pada PON 2028 sekaligus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kekuatan olahraga nasional.