Langsung ke konten
News

Prank KDRT, Baim Wong Berdalih Berikan Edukasi kepada Masyarakat

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Aktor sekaligus Youtuber, Baim Wong, berdalih memberikan edukasi kepada masyarakat terkait tayangan video prank bertema Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Meski begitu, polisi memastikan akan menyelidiki kasus tersebut.

Seperti diketahui, Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven, membuat video prank KDRT yang ditayangkan di channel YouTube Bapau alias Baim Paula.

Saat membuat video prank tersebut di Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Baim Wong melibatkan istrinya, Paula.

Dalam kasus ini, polisi menerima tiga laporan dari masyarakat terkait Baik Wong dan Paula. Ketiga laporan tersebut diproses oleh polisi.

Baim Wong Diperiksa Polres Metro Jaksel

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi mengatakan penyidik akan memeriksa kembali Baim Wong dan Paula pada Kamis (13/10) besok. Kali ini pasangan artis itu diperiksa terkait dugaan pelanggaran UU ITE.

“Besok kami akan memanggil Baim Wong dan Paula Verhoeven untuk kasus UU ITE,” kata AKP Nurma Dewi saat dihubungi, Rabu (12/10/2022).

Lanjut AKP Nurma Dewi, pada Selasa (4/10), Polres Metro Jakarta Selatan menerima dua laporan terkait konten prank laporan KDRT yang dilakukan Baim Wong dan Paula Verhoeven.

Dua laporan itu dilayangkan oleh seorang pria berinisial ARH. Untuk laporan dugaan pelanggaran UU ITE teregistrasi dengan nomor LP/2394/X/2022/RSJ soal dugaan penyebaran berita bohong. Sedangkan laporan satunya lagi yaitu Pasal 220 KUHP.

Selasa (11/10) kemarin, polisi sudah memeriksa saksi yaitu tim kreatif Baim Wong dan Paula Verhoeven.

“Sebelumnya sudah saksi yang dimintai keterangannya,” ungkap AKP Nurma Dewi.

Nurma menyebutkan, dua saksi tersebut merupakan tim cameramen Baim Wong. Keduanya merekam momen prank laporan KDRT yang dilakukan Baim Wong dan Paula Verhoeven.

Penjelasan Baim Wong

Baim Wong telah meminta maaf kepada polisi dan masyarakat. Dia menyatakan tidak berniat membuat citra polisi buruk dengan konten tersebut.

“Saya tidak ada niat untuk menjelekkan, apalagi tidak menghargai atau merendahkan institusi kepolisian,” kata Baim Wong di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (7/10).

Justru, kata Baik, dirinya ingin melihat reaksi polisi dalam pelayanan masyarakat yang akan melapor ke polisi.

“Sebaliknya, saya justru ingin tahu reaksi kepolisian seperti apa ketika Paula yang melaporkan. Terkadang memang kita salah juga, kenapa harus memakai konteks itu. Sesimpel itu,” jelasnya.

“Ternyata respon polisi dalam menerima laporan masyarakat sangat bagus dan cepat,” lanjutnya.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi mengatakan pada pemeriksaan pertama Baim Wong dicecar 25 pertanyaan soal konten prank KDRT itu. Sedangkan Paula Verhoeven mendapatkan 19 pertanyaan.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua