KabarJakarta.com--Relawan Jokowi Mania (Jo-Man) mendesak Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di-reshuffle dan menyebut orang kepercayaan Presiden Jokowi itu malah sibuk berpolitik dan berbisnis. Elite PKB menepis anggapan Jo-Man.
"Kalau ada tuduhan Pak Pratik berbisnis atau berpolitik, menurut saya tidak berdasar sama sekali karena selama periode pertama maupun tahun pertama di periode kedua ini, justru Pak Praktik full mendampingi Pak Jokowi membuat perencanaan-perencanaan yang matang terutama menangani pandemi COVID-19 ini," ujar Ketua DPP PKB Faisol Riza kepada wartawan, Sabtu (7/11).
Faisol membela PKB, khususnya soal tudingan kegagalan salah ketik di naskah UU Cipta Kerja. Ia menilai Pratikno justru telah berhasil mendorong DPR untuk mengesahkan omnibus law UU Cipta Kerja.
"Saya kira urusan Pak Pratik justru terbalik. Pak Pratik ini sudah berhasil mendorong DPR untuk mengesahkan omnibus law. Kalau soal-soal teknis begitu memang seharusnya tidak terjadi tapi bukan berarti itu kegagalan, justru keberhasilan Pak Praktik untuk UU omnibus law ini bisa disahkan," ujar Faisol yang duduk di Komisi VI DPR ini.
Ketua Komisi VI DPR RI ini meminta agar Jo-Man dapat melihat kinerja Pratikno sebagai Mensesneg selama periode pertama. Menurut Faisol, tuduhan Jo-Man terhadap Pratikno tidak berdasar.
"Saya kira pernyataan, Pak Pratik (Pratikno) harus di-reshuffle karena kegagalan menurut saya salah melihat," ujar Faisol.
Selain Pratikno, Jo-Man mendesak 9 menteri lainnya di-reshuffle. Siapa saja?
"Kami Jokowi Mania begitu keras terhadap Pak Pratikno itu menjadi pertanyaan dan kami menjawab: Ya, Pratikno paling layak untuk hari ini di-reshuffle, paling layak bahkan untuk dipecat secara tidak hormat," kata Ketua Umum Jo-Man Emmanuel Ebenezer dalam jumpa pers di Hotel Sunbreez, Senayan, Jaksel, Jumat (6/11).
"Karena lembaran negara, dokumen negara, bukan kertas belanja di pasar atau material yang mudah diklarifikasi kalau salah ketik, apalagi yang ini dokumentasi negara yang ditandatangani langsung oleh Presiden. Jadi kami sangat mengecam keras lah ini," lanjutnya.
Jo-Man menyebut 10 nama menteri yang diminta diganti ini merupakan hasil survei via telepon. Namun metode surveinya tak dijabarkan secara lengkap. Ke-10 menteri itu adalah:
1. Mensesneg Pratikno
2. Menparekraf Wisnutama
3. Mendikbud Nadiem Makarim
4. Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil
5. Mentan Syahrul Yasin Limpo
6. Menteri KKP Edhy Prabowo
7. Menkominfo Jhony G Plate
8. Menkes dr Terawan Agus Putranto
9. Menag Fachrul Razi
10. Menkumham Yasonna Laoly