Langsung ke konten
News

Pro Kontra Logo dan Slogan Baru Jakarta, 'Menghapus Jejak Anies'?

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki slogan baru di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono, yaitu ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia’. Di masa Jakarta dipimpin Anies Baswedan, logo Jakarta adalah “PlusJakarta” dan berslogan ‘Jakarta Kota Kolaborasi’.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Raides Aryanto mengatakan, slogan baru itu akan disiapkan Surat Keputusan (SK) Gubernur-nya.

Adapun sebelumnya, logo dan slogan baru Jakarta ramai diperbincangkan di media sosial.

“Jakarta menyambut logo dan slogan baru,” kicau akun Twitter @ad**nsya***sin, Minggu (11/12).

Unggahan itu juga memuat foto yang menampilkan logo dan slogan baru Jakarta. ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia’. Sebelumnya, logo Jakarta adalah “PlusJakarta” dan slogannya ‘Jakarta Kota Kolaborasi’.

Raides menjelaskan, pembuatan slogan baru itu bertujuan untuk mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, logo itu juga mengajak masyarakat Jakarta untuk bersinergi mengantarkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Nusantara.

“Serta sebagai bagian dari pelaksanaan program Rencana Pembangunan Daerah (RDP) 2023-2026,” tuturnya, Senin (12/12).

Kata Raides, tidak ada logo baru menggantikan logo “JakartaPlus”.

Logo dan Slogan Baru Enggak Keren

Menanggapi itu, Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli menilai slogan baru yang rencananya akan dipatenkan Pemprov DKI itu tidak keren.

“Slogan yang sekarang enggak keren, enggak milenial, dan tidak menuntut atau memotivasi warga Jakarta tentang apa yang mesti mereka lakukan untuk memajukan Jakarta,” ujar Taufik, Senin (12/12).

Dia pun meminta masyarakat membandingkan slogan ‘Jakarta Kota Kolaborasi’ era Anies Baswedan, dengan slogan yang sekarang.

Dia menambahkan, slogan yang sekarang tidak memotivasi masyarakat Jakarta untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. “Mungkin Pemda DKI Jakarta yang sekarang kesulitan mencari konsultan branding,” ujarnya.

Heru Budi Ingin Tunjukan Eksistensinya

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menilai perubahan slogan ini tetap bermaksud untuk mengembangkan Jakarta. Katanya, slogan baru ini bermaksud meneruskan slogan sebelumnya yakni ‘Jakarta Kota Kolaborasi’ yang dicetuskan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Anies Baswedan.

Ia berkeyakinan, dengan slogan ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia’ Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono akan memaksimalkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menangani permasalahan di wilayah itu.

Ia memandang, Heru Budi mengganti slogan Pemprov DKI untuk menunjukkan eksistensinya. Perubahan logo ini disebut sebagai pembeda dengan pemerintahan sebelum Heru Budi.

“Setiap pimpinan baru ingin menunjukkan eksistensinya. Bagaimana cara menunjukkannya, ya ada perbedaan dengan sebelumnya,” ucapnya.

Kolaborasi di Jakarta Sudah Terbentuk

Berbeda dengan Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono yang menilai Heru Budi menganggap bahwa kolaborasi di Jakarta sudah terbentuk. Karena itu, menurut Gembong, Heru Budi meningkatkan konsep kerja Pemprov DKI Jakarta dengan slogan barunya.

“Pak Heru Budi menganggap bahwa pondasi kolaborasi di Jakarta sudah terbentuk, maka ditingkatkan menjadi ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia’,” ucap Gembong.

Dia meminta perubahan slogan ini tidak diartikan sebagai langkah Heru Budi untuk menghapus peninggal gubernur sebelumnya, Anies Baswedan.

Menurut Gembong, Heru Budi justru menjadikan konsep kolaborasi yang dicetuskan Anies sebagai fondasi untuk menerapkan slogan ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia’. “Jangan diasumsikan bahwa Pak Heru menafikan apa yang sudah dilakukan oleh Pak Anies melalui ‘Jakarta Kota Kolaborasi’, bukan,” pungkas dia.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua