KabarJakarta.com – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI-P Yuke Yurike menyoroti mangkraknya proyek jalan tembusan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Proyek itu berhenti sejak dua tahun lalu.
Yuke mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat penjelasan dari Pemprov DKI Jakarta.
“Belum ada penjelasan sama sekali dari Pemprov DKI terkait mangkraknya jalan tersebut,” kata Yuke, Minggu (2/1/2022).
Jika alasannya refocusing, tegas Yuke, tidak bisa diterima karena ada daa Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat selama pandemi Covid-19.
Ia menegaskan, proyek jalanan tembusan Pasar Minggu itu sangat berdampak positif terhadap masyarakat setempat dan daerah penyangga. Kata Yuke, seharusnya proyek jalan tembusan Pasar Minggu tersebut tidak terhenti jika Pemprov DKI menganggapnya sebagai suatu hal yang penting.
“Pemprov DKI sepertinya tidak serius menuntaskan proyek tersebut,” tudingnya.
“Berarti pengerjaan jalan ini bukan hal yang urgent bagi Pemprov DKI. Buktinya belum adanya sosialisasi kepada warga sekitar mengenai kejelasan rencananya,” tambah Yuke.
Belakangan ia mendapatkan informasi bahwa pengerjaan jalan tembusan Pasar Minggu tersebut akan dilanjutkan pada tahun 2022. Untuk memastikan itu, ungkap Yuke, Komisi D DPRD DKI akan meminta penjelasan dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
“Infonya pengerjaan jalan ini akan lanjut di tahun 2022, tapi kami belum tahu apakah sampai 100 persen atau bagaimana. Nanti kami di Komisi D akan cek langsung ke Dinas Bina Marga,” imbuhnya.
Proyek tembusan itu berada di depan SDN Pejaten Timur 07 Pagi atau tepatnya berada di samping rel kereta api hingga dekat SDN Pejaten Timur 11 Pagi.