KabarJakarta.com -- Sejumlah sumur resapan yang dibuat di beberapa titik di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, membuat jalanan tidak rata lagi alias bergelombang. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga, karena rawan memicu terjadinya kecelakaan.
Salah satu sumur resapan yang dikeluhkan warga berlokasi di jalan masuk Pondok Labu I, Cilandak.
Dhany, salah satu warga sekitar mengatakan, proyek sumur resapan tersebut membuat aspal jalan akses masuk ke kawasan rumahnya menjadi tidak rata.
“Waktu penggalian, kendaraan kami jadi susah keluar masuk. Begitu selesai, jalanan jadi tidak rata,” kata Dhany, Selasa (7/12/2021).
Sumur resapan di Pondok Labu I ini sejatinya dibuat untuk penanganan banjir. Proyek pembuatan sudah berjalan sekitar satu bulan.
Dhany merasa heran dengan pembuatan sumur resapan tersebut, karena lokasinya tempatnya bermukim itu tidak pernah kebanjiran.
“Daerah sini enggak pernah kebanjiran. Kalau penanganan banjir menurut saya lebih baik gorong-gorong sering dibersihin,” ujarnya.
Sumur resapan lainnya di daerah Cilandak yaitu di Jalan Kamboja. Sandy, warga setempat mengeluhkan pembuatan sumur resapan yang tak jauh dari rumahnya sehingga membuat akses jalan rusak.
Ia khawatir, jalanan yang menjadi rusak akibat proyek sumur resapan itu akan membahayakan keselamatan nyawa warga karena permukaannya tidak merata dengan aspal.
“Kondisi jalanan sekarang jadi tidak rata. Malah sebelumnya pekerja melubangi jalan dekat rumah saya, tapi ditutup kembali dengan alasan tidak tepat,” ungkap Sandy.
Sandy berharap agar jalanan yang tidak rata akibat proyek sumur resapan itu ditangani dengan cepat hingga kembali seperti semula.
“Tolong Pemprov DKI dan pihak terkait bertanggung jawab segera menangani persoalan ini,” tukasnya.
Permasalahan sumur resapan juga terjadi di Jalan Karang Tengah Raya dan Jalan Intan. Tutup dua sumur resapan yang berada di Jalan Karang Tengah ambles sehingga diberi pot tanaman dan ban bekas. Sedangkan tutup sumur resapan di Jalan Intan sempat jebol meski baru dibangun.