Langsung ke konten
News

PSI Minta Warga Jakarta Harus Lebih Terlibat dalam Penanganan Sampah

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI August Hamonangan mendorong agar anggaran kegiatan pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat diperbesar. Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI menyampaikan bahwa terdapat anggaran terkait dengan Pengembangan serta Pendampingan Bank Sampah senilai Rp1,1 miliar, dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dengan Pengembangan Biokonversi Maggot (BSF) senilai Rp182 juta.

“Sampah di DKI Jakarta 37 % berasal dari rumah tangga. Kegiatan pengelolaan sampah dari hulu harus jadi perhatian Pemprov untuk menghadapi darurat sampah.” terang Agusut Hamonangan dalam pers rilisnya secara tertulis yang diterima KabarJakarta.com, Kamis (11/11/2021).

August pun mengkritik anggaran untuk peran serta masyarakat saat ini sangat kecil jika dibandingkan dengan besaran anggaran pengelolaan sampah menggunakan teknologi, seperti FPSA, yaitu sebesar Rp285 miliar dan RDF Plant sebesar Rp299,8 miliar.

“Jangan hanya fokus pengelolaan sampah di akhir, tapi juga di awal. Akan lebih baik jika masyarakat bisa terlibat dan merasakan dampak langsung dari bank sampah dan biokonversi maggot. Selain bisa mengurangi sampah, perekonomian juga bisa bergerak,” ujarnya.

August berharap dengan penambahan anggaran untuk kegiatan pengelolaan sampah oleh masyarakat partisipasi semakin luas dan pengurangan sampah dapat tercapai.

“Peran masyarakat merupakan kunci dalam mengelola sampah. Semoga Pemprov DKI Jakarta segera menyadari hal ini,” tutup August. 

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua