Langsung ke konten
News

Puan Mengaku Dirinya Adalah 'Keponakan' Surya Paloh

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Ketua DPP PDI Perjuang Puan Maharani menyatakan hubungan dirinya dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, tidak hanya sebatas hubungan politik saja. Dia menyebut dirinya adalah keponakannya Surya Paloh. Puan menyatakan itu usai bertemu dengan Surya Paloh di NasDem Tower, Senin (22/8) kemarin.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan, koalisi PDIP-NasDem di kontestasi politik 2024 sangat mungkin terjadi.

Tak hanya itu, NasDem juga membuka peluang untuk mengusung duet Anies Baswedan-Puan Maharani sebagai Capres-Cawapres di Pilpres 2024.

“Semuanya masih sangat mencair, semua sangat mungkin politik sangat dinamis,” kata Ahmad Ali saat dihubungi, Kamis (25/8).

Dia menyebut kerja sama antara NasDem dengan PDIP sudah terjalin dari tahun 2014 saat mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres.

“Dari dulu saya katakan NasDem dengan PDIP ini enggak pernah ada masalah. Sejak 2014 sampai 2019 kalau kalian melihat partai pertama yang berkoalisi mengusung Pak Jokowi adalah NasDem dan PDIP, sampai hari ini masih terjaga dengan baik. Jadi dari sisi mana yang bisa menutup kesempatan NasDem dan PDIP untuk berkoalisi kembali,” ujarnya.

Dia kemudian menyinggung peluang untuk bersama-sama mengusung duet capres-cawapres Anies Baswedan-Puan Maharani. Katanya, keputusan wacana itu tergantung parpol mana yang akan diajak berkoalisi.

“Enggak cukup satu kali saja diskusi soal pilpres. Kita juga belum tahu kebijakan PDIP karena arahan ketua umumnya (Megawati Soekarnoputri). Kami di Rakernas kemarin sudah mencalonkan salah stau kader PDIP yaitu Pak Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah). Bisa jadi ada kerja sama di situ. Bisa juga jadi hal lain, bisa jadi nanti Anies dengan Puan, atau Puan dengan Anies bisa juga jadi dengan yang lain. Di pertemuan kemarin belum terjadi diskusi hal-hal yang teknis seperti itu,” jelasnya.

Ali menyebut tiga nama yang diusung NasDem dalam Rakernas beberapa waktu lalu yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, masih bisa berubah. Jika ada perubahan, nantinya NasDem akan kembali melakukan Rakernas.

“Apakah itu mungkin berubah? Bisa saja. Kalau berubah, itu harus dirubah dalam Rakernas kembali karena keputusan itu diambil dalam mekanisme organisasi yang mengikat. Kalau tanya hari ini tiga nama itu yang mengikat partai. NasDem enggak boleh mencalonkan orang lain paling tidak sampai hari ini, karena itu keputusan Rakernas,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua