Langsung ke konten
News

Puan Sebut Tak Semua Parpol Koalisi Bisa Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com--Ketua DPR Puan Maharani angkat bicara soal tak diakomodirnya beberapa partai politik (parpol) koalisi dalam Kabinet Indonesia Maju. Menurut Puan tak semua pihak bisa diakomodir oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, ada 3 parpol koalisi yakni, Hanura, PKPI, dan PBB, tak diakomodir Jokowi di dalam kabinet. Terkait hal itu Jokowi sendiri sudah meminta maaf.

"Ya jadi ya nggak mungkin semuanya bisa masuk ke kabinet," ujar Puan di gedung DPR, Jakarta, Senin (28/10).

Dikatakan Puan, membangun bangsa tak harus berada dalam kabinet. Sebaliknya, sambung Puan, membangun bangsa dapat dilakukan di tempat lain.

"Jadi membangun bangsa itu kan nggak perlu harus di kabinet, bisa di tempat yang lain," ucap politikus PDIP itu.

Lebih lanjut dikatakan Puan, pemilihan menteri terkait dengan kapasitas, bukan hanya akomodasi. Hal serupa juga terkait dengan pengangkatan wakil menteri.

"Karena kan sebenarnya kementerian/lembaga ataupun menteri-menteri yang dilantik itu bukan hanya tiba-tiba untuk mengakomodir, tetapi juga bagaimana orang-orang yang dipilih dan dilantik itu adalah orang-orang yang memang punya kapasitas dan kapabilitas untuk bisa bekerja sama dengan Presiden dan Wakil Presiden dalam membangun bangsa ke depan," terang dia.

Disisi lain, Puan memahami jika semua pihak tidak bisa diakomodasi masuk kabinet. 
Namun demikian, Puan mengatakan agar sebaiknya para menteri dan wakil menteri yang telah dipilih Jokowi diberikan kesempatan untuk terlebih dulu bekerja.

"Ya kita harus lihat kita berikan waktu kepada para menteri dan wakil menteri ini untuk bisa melakukan terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi yang kreatif dan cerdas untuk bisa menyelesaikan PR-PR yang ada di kementeriannya. Itu kita lihat dulu, kita kasih kesempatan para menteri dan para wakil menteri ini bekerja. Kemudian apa yang akan dilakukan ini kan mereka juga pasti membaca peta di internal mereka masing-masing dan PR-PR apa saja yang harus segera diselesaikan," tandas Puan.

 

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua