KabarJakarta.com - PT Kereta Api Indonesia(KAI) memprediksikan lonjakan pemudik yang menumpang transportasi darat ini akan terjadi pada H-10 Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah. Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang, KAI menyediakan 34.010 kapasitas tempat duduk per hari.
"Jadi kalau kita lihat masa-masa Lebaran dari data penjualan tiket atau pesanan masyarakat ini memang paling banyak volume kendaraan itu mulai terjadi peningkatannya pada H-10," kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, Jumat (22/4/2022).
Eva mengatakan, pada 27 April-1 Mei 2022, sebanyak 95 persen tiket kereta api antar provinsi sudah terjual. Dia menyebut puncak mudik akan terjadi mulai pekan depan.
"Kalau kita melihat pada masa angkutan Lebaran tanggal 22 April, ya H-10 sampai H-1 setiap harinya itu sudah mulai terjadi peningkatan. Memang puncaknya itu nanti di pra-Lebaran itu akan terjadi di tanggal 27 April-1 Mei karena kalau melihat data pemesanan tiket itu sekitar 90-95 persen sudah terjual," jelasnya.
Eva menyarankan agar masyarakat melakukan perjalanan mudik sebelum 27 April. Hal itu agar tidak adanya penumpukan penumpang.
"Bagi masyarakat yang akan membeli, kami sangat menyarankan untuk memilih tanggal alternatif lainnya di atas tanggal 27 April atau setelah 1 Mei karena libur bersama juga masih panjang sampai 10 Mei," imbuhnya.
Sebelumnya, PT KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan kereta api tambahan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang saat arus mudik. 9 kereta api tambahan akan dioperasikan untuk mencegah penumpukan penumpang.
"Jadi untuk antisipasinya sendiri tentunya kita sudah memikirkan dari berbagai hal, terutama dari sisi sarana prasarana dan juga kesiapan petugas," kata Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, Sabtu (9/4).
Dia menyebut kereta-kereta tersebut dipastikan dalam kondisi baik, sehingga dapat digunakan kapan pun. 9 kereta tambahan itu akan beroperasi dari dua stasiun, yakni Gambir dan Senen.