KabarJakarta.com -- Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memprediksikan kasus penyebaran Covid-19 varian Omicron di Indonesia akan terjadi pada akhir Februari 2022.
“Kami sampaikan bahwa kasus penularan Omicron tinggi sekali. Dan Indonesia pasti akan mengalami ini (puncaknya). Kita perkirakan di Indonesia puncaknya terjadi pada akhir Fenruari 2022,” kata Budi Gunadi dikutip dari tayangan channel YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/2/2022).
Namun, Budi Gunadi meminta kepada masyarakat tidak panik, tetap hati-hati, dan waspada. Selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) di manapun berada untuk menjaga diri dan orang lain.
Budi menuturkan, penularan varian Omicron lebih cepat dibandingkan dengan varian Delta.
Katanya, jika melihat perkembangan di berbagai negara di dunia, puncak kasus Omicron bisa lebih tinggi jumlahnya, yakni diprekirakan 2-3 kali lipat dibandingkan varian Delta.
“Puncak kasus varian Delta di Indonesia mencapai 57.000 per hari tahun lalu, kalau Omicron bisa 2-3 kali lipat lebih besar,” terangnya. “Kita mesti siap dan waspada, tapi tidak perlu kaget,” lanjut Budi Gunadi.
Ia meminta juga agar masyarakat tidak berkerumum jika tidak memiliki kepentingan. “Kurangi mobilitas di luar rumah, lebih banyak kerja dari rumah jika dimungkinkan,” imbuhnya.
Meski tingkat kebahayaan varian Omicron tidak seperti varian Delta, Budi Gunadi tetap mewanti-wanti karena banyak kepastian.
“Lebih baik berhati-hati, waspada, tidak usah jumawa, terapkan protokol kesehatan, hindari kerumunan, dan kalau bisa lakukan bekerja melalui rumah saja (WFH). Lebih baik di sana,” kata Budi Gunadi.