KabarJakarta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Galeri Seni dan Galeri Annex di Taman Ismail Marzuki (TIM). Anies mengatakan, fasilitas-fasilitas di TIM lainnya akan dibuka secara bertahap usai direvitalisasi.
“Alhamdulilah kita sudah sampai tahap penuntasan. Insya Allah berawal dari peresmian Galeri Seni, Galeri Annex dan pembukaan pameran seni rupa DKJ yang nantinya akan menjadi ikon baru Jakarta. Berapa persen lagi akan tuntas,” kata Anies Baswedan dalam sambutannya di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).
Adapun Galeri Seni dan Galeri Annex berlokasi di dalam Gedung Panjang TIM. Ke depannya, bangunan ini akan berubah nama menjadi Gedung Ali Sadikin.
“Arsitektur Gedung Panjang ini cukup unik. Insya Allah gedung ini akan diberi nama menjadi Gedung Ali Sadikin,” ungkapnya.
Anies menjelaskan, proses revitalisasi TIM bukan sekadar memoles fisik. Tetapi, membangun suatu ekosistem dalam kegiatan seni serta pengembangan budaya.
“Ini adalah tentang membangun ekosistem di mana kegiatan seni kebudayaan bisa tumbuh dan berkembang. Kita ingin Jakarta menjadi salah satu pusat kebudayaan dunia dan ini menjadi salah satu kontribusinya melalui TIM,” ujar Anies.
Kata Anies lagi, TIM akan dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (JakPro) dan disokong oleh Penyertaan Modal Daerah (PMD). Tapi ditekankannya, TIM bukanlah tempat untuk mencari keuntungan.
“Kita menugaskan kepada PT JakPro sebagai pengelola, tetapi tidak untuk dijadikan tempat mencari keuntungan. Kenapa dipilih (pengelolanya) berbentukn PT dibandingkan dinas? Supaya ada keluasan di dalam manajemen,” tuturnya.
Dia berharap, meski bukan untuk mencari keuntungan, PT JakPro dapat mengelola TIM dengan manajemen profesional.
“Artinya, pemerintahlah yang harus mengeluarkan biaya melalui PMD agar kegiatan seni di tempat ini berjalan,” pungkas Anies.