KabarJakarta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan revitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta Barat terus berlanjut. Ke depan, Anies meminta penataan kawasan ini diupayakan tidak menghilangkan kampung-kampung yang terletak di sekitar Kota Tua.
Anies mengatakan itu saat membuka Festival Batavia Kota Tua sekaligus meninjau progres revitalisasi Kota Tua, Jumat (26/8) kemarin. Menurut dia, perkampungan di sekitar kawasan Kota Tua turut menjadi saksi biksu sejarah Kota Tua.
“Proses revitalisasi berjalan terus, ke depannya hingga 600 hektare akan tertata dengan baik. Dan harus diingat, di sini tidak hanya bangunan bersejarah saja, tapi juga ada kampung-kampung tua. Dan, kampung-kampung tua ini jangan dihilangkan,” kata Anies di Plaza Jalan Lada, Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (26/8).
Anies mengatakan, Pemprov DKI tengah mengupayakan membangun masa depan kota ramah lingkungan melalui perluasan jalur pedestrian hingga penerapan kawasan rendah emisi (Low Emission Zone/LEZ). Namun Anies memandang ada perkampungan tua yang tidak boleh dihiraukan. Salah satu contohnya adalah Kampung Kunir yang berlokasi di Taman Sari, Jakarta Barat.
“Kampung-kampung tua ini harus dirawat, dikembangkan, karena bagian dari sejarah perjalanan bangsa kita,” ujarnya.
Anies juga menitipkan kawasan Kota Tua kepada jajaran Pemprov DKI, TNI, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebab, pihak-pihak inilah yang terlibat di sepanjang proses pengembangan kawasan Kota Tua. Misalnya, banyak gedung perkantoran peninggalan kolonial Belanda yang kini pindah buku menjadi miliki BUMN. Selain itu, ada instalasi militer zaman Belanda yang berada di kawasan ini sehingga memerlukan koordinasi dengan TNI.
“Saya ingin berpesan kepada semua yang masih panjang tugasnya di Jakarta, baik itu BUMN, unsur TNI, dan Pemprov DKI Jakarta. Yang masa tugasnya masih banyak tolong dijaga,” imbaunya.
Sebagai informasi, pasca revitalisasi, kini wajah baru Kota Tua Jakarta menjadi semakin terhubung dengan transportasi umum. Seperti telah terhubung dengan stasiun KRL Commuter Line dan halte TransJakarta. Hal itu tentunya agar memudahkan mobilitas pengunjung yang hendak berkunjung ke kawasan Kota Tua Jakarta.
Selain itu, wajah baru Kota Tua Jakarta kini telah memberlakukan kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone (LEZ). Tujuan pemberlakuan wilayah LEZ adalah meningkatkan kualitas udara di sekitar kawasan Wisata Kota Tua Jakarta.
Pembatasan juga diberlakukan untuk kendaraan bermotor yang melalui kawasan wisata Kota Tua Jakarta. Harapannya, hal tersebut dapat mengurangi tingkat kemacetan di wilayah kawasan wajah baru Kota Tua Jakarta.
Dilansir dari Twitter Pemprov DKI Jakarta, @DKIJakarta, wajah baru Kota Tua Jakarta pasca renovasi juga meliputi trotoar. Kini trotoar telah dilengkapi dengan street furniture, taman, dan air mancur.