KabarJakarta.com - Minggu (24/4/2022) malam, Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, ludes terbakar. Jika melihat sejarahnya, Pasar Gembrong awalnya merupakan pasar yang menjual sayur mayur yang kemudian berubah menjadi pasar mainan.
Dikutip dari buku ‘Jakarta Pandua Wisata Tanpa Mal’ yang ditulis Wieke Dwiharti, Pasar Gembrong terletak di Jalan Basuki Rachmat, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur.
Di tahun 1960-an, pasar ini adalah pasar sayuran. Pedagang sayur, daging dan kebutuhan pokok lainnya dijajakan di pasar tradisional ini.
Usai kerusuhan yang terjadi pada 1998, pasar ini perlahan berubah menjadi pasar mainan dan peralatan sekolah. Pasar ini sebelumnya tidak memiliki bangunan sendiri.
“Pada awalnya tahun 1960-an Pasar Gembrong ini hanya berada di dekat pintu masuk Tol Prumpung/Pedati dan dihuni penjual sayuran, daging, dan lain-lain layaknya pasar tradisional lainnya,” tulis di buku itu.
Pada tahun 1998, setelah terjadi kerusuhan, Pasar Gembrong bermetamorfosis menjadi pasar mainan dan perlengkapan alat sekolah.
Para pedagang membuat kios semi permanen di luar bangunan pasar. Hal ini membuat para pembeli harus saling senggol ketika membeli dagangan di sekitar jalan yang kecil itu. Kondisi ini membuat kawasan tersebut selalu macet.
Semakin hari nama Pasar Gembrong sebagai pusat penjualan mainan makin terkenal. Berbagai mainan dijual di pasar tersebut, seperti mobil-mobilan, rumah-rumahan, boneka, dan sebagainya. Lebih dari 80 persen mainan yang dijual di Pasar Gembrong adalah buatan China, sisanya produk lokal.
Tahun 2010, Pasar Gembrong dibangun di lahan seluas 3.300 meter persegi. Baginan dua lantai itu mampu menampung 285 kios. Para pedagang yang sebelumnya berjualan di pinggir jalan, dipindahkan ke bangunan Pasar Gembrong yang baru.
Peristiwa kebakaran terjadi kemarin bukan yang pertama kali melanda Pasar Gembrong. Menurut Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), pada tahun 2015 dan 2017 kebakaran pernah terjadi.
Pasca kebarakan
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa kebakaran Pasar Gembrong terjadi Minggu (24/4/2022) malam. Peristiwa itu berdampak pada 450 kepala keluarga atau 1.000 jiwa.
Kata Kasi Ops Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaiman mengatakan peristiwa kebakaran itu menghanguskan 400 bangunan.
“Kerugian ditaksir kurang lebih Rp1,5 miliar,” jelas Gatot.
Dia mengungkapkan, dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran karena konsleting listrik yang berasal dari rumah warga. “Konsleting listrik berasal dari rumah seorang warga di lantai dua,” ujarnya.
Gatot mengatakan, pemilik rumah tersebut berteriak meminta pertolongan, namun api sangat cepat menyambar bangunan lainnya yang terbuat dari kayu.