Langsung ke konten
News

Rumahnya ‘Dikepung’ Puluhan Orang, Yusuf Mansur Kabur ke Yaman?

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Rumah Ustadz Yusuf Mansur di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten, didatangi puluhan orang. Mereka merasa ditipu oleh dai kondang tersebut terkait kasus investasi batu bara yang melibatkan jemaah Masjid Darussalam, Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur.

Mereka mendatangi rumah Yusuf Mansur bersama Yayasan Pelita Lima Pilar. Sekretaris Pelita Lima Pilar, Herry Joesoef, mengatakan ada sekitar 30 orang yang ikut mendatangi rumah Yusuf Mansur.

“Tidak semua orang yang punya kaitan dengan Yusuf Mansur secara fisik berani menghadapinya. Premannya aja banyak tadi di sana. Tuntutan, pasti yang enggak selesai-selesai itu, dia (Yusuf Mansur) bohong terus. Misalnya, batu bara, yang melibatkan jamaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur itu 250 orang,” kata Herry saat dihubungi, Selasa (21/6/2022).

Menurutnya, investasi ini dilakukan pada sekitar akhir 2009 dan terkumpul hingga Rp46 miliar. Namun tidak diakui oleh Yusuf Mansur.

“Padahal dia menjadi Komisaris Utama PT Padi Partner Perkasa, PT di mana tambang batu bara itu bernaung. Ternyata produknya enggak ada. Itu sudah 12 tahun sejak investasi,” ungkapnya.

Herry menjelaskan bahwa Yusuf Mansur pernah berkata ada uang yang dikembalikan ke satu orang. Tetapi, dia menegaskan, Yusuf Mansur tidak dapat menunjukan bukti pengembalian uang tersebut.

“Dia (Yusuf Mansur) pernah ngomong, ada Rp20 miliar dikembalikan ke satu orang. Mana? Tunjukkan orangnya, begitu loh. Ini kan mengadu domba,” ujar Herry.

Ia menceritakan, sebelum mendatangi rumah Yusuf Mansur, pihaknya sudah dua kali mengundang Yusuf Mansur untuk bertemu. Namun Yusuf Mansur disebut tidak datang.

“Kita datangi, ngacir. Enggak tahu kabur ke mana. Satu versi, versi polisi menyebut bahwa dia ada di Yaman. Versi yang lain, saya dapatkan, dia kabur sama keluarganya ke Singapura sekarang. Enggak tahu yang benar yang mana,” ungkapnya.

Undangan tersebut dimaksudkan untuk dilakukan mediasi antar kedua belah pihak. Jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur disebut dijanjikan keuntungannya yang tinggi, hingga di atas 20 persen.

“Iya, untuk klarifikasi. Sepanjang masih bisa diajak ngobrol, kita ngobrol baik-baik. Tapi kan dia lari terus, enggak bisa menghadapi. Bukan keuntungannya setiap tahun, per perkapalan. Setiap bulan itu mengapalkan batu bara. Jadi setiap bulan ada proposal baru, begitu,” jelasnya.

Pembayaran investasi ini tidak dilakukan secara langsung dalam satu pembayaran. Tetapi secara bertahap dari pertengahan 2009 sampai kira-kira Januari-Februari 2010 itu ditutup.

Herry menyebut para investor ini mengetahui informasi ini langsung dari Yusuf Mansur.

“Ya dari dia (Yusuf Mansur). Dia datang ke Masjid Darussalam. Terus dia mempresentasikan bisnis di dalam masjid. Ini kan sudah menyalahi syariat Islam, di dalam masjid kita tidak boleh ngomong soal bisnis. Itu ustadz apa itu, ustadz enggak ngerti syariat Islam. Makanya jangan dipanggil ustadz, salah besar sampean, bisa sesat. Itu bukan ustadz,” tegasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua